Respon Pernyataan Amien Rais 55-45, PDIP: Tidak Ada Konsep Pembagian Jatah Dalam Konstitusi

  • Whatsapp
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (ist)
banner 468x60

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, angkat bicara terkait pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais  soal pembagian porsi kekuasaan menjadi 55-45. Menurutnya, dalam penentuan porsi kabinet Jokowi-Ma’ruf tidak berdasarkan persentase.

“Kita tidak berbicara berapa persentasenya. Kita bicara mana anak bangsa yang punya kemampuan menjadi pendamping Pak Jokowi menjadi pembantu daripada presiden di dalam menjalankan visi misi presiden,” ujar Hasto di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) malam.

Hasto menegaskan, penyusunan formasi kabinet merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala eksekutif tertinggi. Menurutnya, tak ada konsep pembagian jatah dalam konsitusi.

“Kita bernegara berdasarkan konstitusi tidak ada jatah-jatah menteri dengan pengertian itu hak preogratif sepenuhnya. Partai boleh mengusulkan tetapi presiden yang punya kewenangan untuk mengambil keputusan terhadap siapa yang paling pas,” tutur Hasto.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengeluarkan syarat agar kubu Prabowo-Sandiaga rekonsiliasi dengan kubu Jokowi. Salah satu syarat yang diajukan adalah membagi kekuasaan dengan konsep 55:45. Jika tidak, partai pendukung Prabowo-Sandiaga akan berada di luar pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

“Misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini balik kanan, sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin,” ujar Amien di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Sabtu (20/7).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan