Respon Ruangguru Atas Pengajarnya yang Protes Materinya Dikomersialkan via Kartu Prakerja

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM –  Salah seorang pengajar di Ruangguru untuk kelas jurnalistik, Prita Kusumaputri, mengajukan protes kepada tim Skill Academy (SA) yang menaungi Ruangguru terkait pelajaran pelatihannya masuk ke program Prakerja.

Mantan wartawan salah satu televisi swasta ini mengatakan dirinya tak nyaman saat salah satu materinya masuk program pelatihan online Kartu Prakerja.

Bacaan Lainnya

“Ini jelas berbeda dengan tujuan awal pembuatan kelas itu yang tujuannya untuk berbagi ilmu jurnalistik,” ujar Prita dikutip dari Tempo, Sabtu (2/4/2020).

Prita mengaku tak nyaman saat kelas jurnalistik yang ia ajar masuk ke paket ‘Sukses Kerja Sampingan di Masa Corona’. Bahkan, Prita menyebut tak ada pemberitahuan dari pihak SA atau Ruangguru bahwa kelasnya akan masuk ke dalam program Prakerja. Sebab, pada kesepakatan awal, kelas itu tampil di Skill Academy untuk pembelajaran pribadi.

“Yang mana saya tidak keberatan karena di sana penggunanya menggunakan uang pribadi untuk akses kelas. Beda dengan Prakerja, yang tentunya kita semua tahu menjadi perhatian banyak pihak karena menyangkut APBN,” ucap dia. Alhasil, dia pun telah mengajukan protes kepada pihak SA.

Prita menjelaskan, proses syuting kelas jurnalistik itu sendiri dilakukan sebanyak tiga kali, yakni 25 November 2019, 2 Desember 2019, dan 5 Desember 2019, serta jauh sebelum SA atau Ruangguru ditunjuk sebagai mitra program Prakerja.

Bahkan, Prita mengaku sudah meminta pihak SA agar menurunkan video kelas jurnalistik tersebut. Ia menilai, kelas yang ia ajarkan kurang tepat untuk masyarakat di situasi pandemi wabah Covid-19 saat ini.

Merespon permintaan Prita tersebut, pihak SA Ruangguru melalui Public Relations Lead Ruangguru Sekar Krisnauli mengungkapkan materi tersebut tidak lagi ditawarkan pada peserta Kartu Prakerja per 2 Mei.

“Kami memutuskan bahwa kelas tersebut tidak akan ditawarkan untuk peserta Kartu Prakerja mulai dari 2 Mei,” terang Public Relations Lead Ruangguru Sekar Krisnauli dikutip dari Media Indonesia Sabtu (2/5/2020).

Sekar juga menjelaskan mekanisme kerja sama antara pihak pemateri dan Skill Academy.

“Terkait mekanisme kerjasama dengan pengajar, itu bervariasi bentuknya. Dalam konteks kerja sama dengan Saudari Prita, kerjasama sudah dilakukan sejak 2019, di mana hak cipta dan penggunaan berada di pihak Skill Academy sepenuhnya. Hal tersebut sudah disepakati sejak awal kerjasama oleh kedua belah pihak dengan kontrak tertulis,” ujarnya.

Meski demikian, pihak Skill Academy berusaha memahami besarnya atensi publik pada persoalan tersebut.

“Namun, kami juga berusaha memahami atensi publik yang mungkin dilalui oleh Saudari Prita, dan permintaannya untuk menarik kelas tersebut,” tandasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *