Pemerintahan

Restorasi Gambut Tuai Hasil

JAKARTA – Langkah pemerintah membenahi lahan gambut menuai hasil. Sawah percobaan mulai terbentuk dan wangi kopi pun terhirup.

Kepala Badan Badan Restorasi Gambut (BRG) Ir. Nazir Foead M. Sc dan Deputi III Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG Dr. Myrna Asnawati Savitri menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang didampingi oleh Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Avanti Fontana, Tenaga Ahli Kedeputian II Hageng Nugroho dan Aulia Biben Setyabudi di Bina Graha, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Dengan misi merancang dan mengembangkan pemanfaatan gambut secara berkelanjutan, BRG bertugas mengkoordinasi dan memfasilitasi restorasi gambut di Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.

Dalam pertemuan tersebut Nazir Foead melaporkan tentang perkembangan restorasi gambut yang tengah dijalankan. Salah satunya di hutan lindung Longrun, Jambi. Di tempat ini restorasi gambut berhasil mengangkat harkat masyarakat di sekitar hutan lahan gambut.

Sementara di Kalimantan Tengah, BRG berhasil membuat sawah percobaan. Prestasi ini tentu menggembirakan, karena seperti dikatakan Kepala BRG, harga beras di Kalimantan Tengah termasuk tinggi. Bukan hanya itu, BRG bahkan telah bisa memanen lahan kopi di lahan gambut. “Kopinya cukup enak, namun butuh cara khusus dalam mengolahnya,” jelas Foead.

Berbagai produksi komoditas tersebut menunjukkan, lahan gambut yang dikelola dengan baik bisa menjadi lahan produksi yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Atas keberhasilan tersebut BRG berencana mengundang Presiden dan Kepala Staf Kepresidenan untuk melihat dan bertemu dengan petani lahan gambut di Kalimantan Tengah pada akhir April mendatang.

Untuk lebih memperkenalkan kiprah BRG kepada masyarakat, Kepala Staf Kepresidenan juga mengajak BRG berpartisipasi dalam Asia and Agriculture Forum. Di ajang yang rencananya digelar pada 28-29 Juni ini BRG bisa mengkampanyekan pengeloaan gambut. “Silakan dimanfaatkan dan pamerkan produk-produk dari lahan gambut,” ucap Moeldoko.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close