Internasional

RI Akan Ajak Filipina-Malaysia Kaji Ulang Kerja sama Perairan

Direktur PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal. (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Pemerintah Indonesia akan mengajak Malaysia dan Filipina duduk bersama guna mengkaji ulang kerja sama trilateral di perairan ketiga negara.
 
Baca juga: Tangis Haru 3 WNI Korban Penyanderaan saat Bertemu Keluarga.
 
"Kalau kerja samanya itu pertemuan rutin, setiap tiga bulan, enam bulan dilakukan. Dalam pertemuan itu kita terus lakukan review di mana kelemahannya," kata Iqbal, di Jakarta, Rabu 19 September 2018.
 
Sejak kerja sama dilakukan, tidak pernah ada lagi kasus penculikan di perairan Sabah atau dekat Laut Sulu. Namun, secara mengejutkan, pada 11 September lalu, dua WNI kembali diculik di Perairan Sabah, Malaysia.
 
"Kemudian bahwa hal ini terjadi merupakan sesuatu yang mengejutkan buat kita. Karena itu kita harus berdiskusi duduk bersama lagi tiga pihak melihat di mana lubangnya. Saya kira akan menjadi diskusi serius tiga negara," imbuh Iqbal.
 
Hari ini, tiga orang WNI yang disandera pada awal 2017 lalu sudah diserahterimakan kepada keluarga. Sejak 2016, sebanyak 34 WNI diculik oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan, 13 WNI diantaranya adalah nelayan yang diculik dari perairan Sabah, Malaysia.

Baca juga: Kronologi Pembebasan Tiga WNI dari Abu Sayyaf.

Dengan dibebaskannya tiga WNI tersebut, seluruh WNI yang diculik oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan sebelum 2018 sudah berhasil dibebaskan. Dengan demikian berarti tersisa dua WNI lagi yang masih di tangan penculik.
 
Iqbal menuturkan dirinya belum bisa mengonfirmasi di mana keberadaan para WNI tersebut. Pasalnya, pihak penculik belum menghubungi keluarga korban atau perusahaan kapal.
 
"Biasanya mereka akan menghubungi keluarga atau pemilik kapal antara dua hingga tiga minggu setelah penculikan," pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close