Internasional

RI Bantah Tudingan Amnesty Tak Setujui Penyelidikan Myanmar

Pengungsi Rohingya yang tinggal di Cox’s Bazar. (Foto: AFP)

Jakarta: Tudingan Amnesty Internasional Indonesia terkait tidak setujunya Indonesia dalam meloloskan rancangan resolusi penyelidikan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) terhadap Myanmar, tidak benar.

Tuduhan itu dibantah keras oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib. Kepada Medcom.id, Dubes Hasan mengatakan, klaim Amnesty jelas salah.

"Selama ini ada dua rancangan resolusi dari Uni Eropa dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), akhirnya digabung. Karena ada yang tidak akurat, delegasi Indonesia sudah mengajukan usulan sehingga negosiasi jadi tertunda," kata Dubes Hasan, kepada Medcom.id lewat pesan singkat, Jumat 21 September 2018

Ketidakakuratan di mata Indonesia ini di mana di awal paragraf disebutkan percobaan penyelidikan ICC terkati deportasi Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh. 

Baca: Amnesty Klaim Indonesia Tak Setuju Rekomendasi Penyelidikan Myanmar

"Pagi ini (kemarin waktu Jenewa), negosiasi diakui oleh Uni Eropa bahwa memang perlu diperbaiki dan akhirnya disepakati terkait penyelidikan ICC itu," lanjut dia.

Menurut Dubes Hasan, rancangan resolusi ini tidak akurat karena seolah-olah ICC sudah memutuskan akan menginvestigasi. Padahal, yang sebenarnya adalah baru akan dilakukan pre-trial (percobaan).

"Akhirnya, sedikit diamendemen dan sudah konsensus. Sekarang, bahkan sudah di meja Uni Eropa dan OKI," tukasnya lagi.

"Berlangsungnya negosiasi jangan dilihat seolah-olah Indonesia tidak mendukung. Justru kami memperbaiki akurasi dari rancangan resolusi tersebut," tegas Dubes Hasan.

Amnesty Internasional Indonesia mengklaim bahwa Indonesia tak menyetujui rekomendasi untuk menyelidiki Myanmar terkait pelanggaran HAM, karena Indonesia pun memiliki catatan yang cukup buruk terkait HAM.

Penyelidikan tersebut terkait dengan adanya dugaan kekerasan dan kekejaman yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya di Rakhine State, pada Agustus 2017.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close