Internasional

RI Beri Akses Konsuler Tiga WNI Terduga Teroris di Malaysia

Ilustrasi militan. (Foto: Medcom.id)

Kuala Lumpur: Pada Selasa 24 Juli 2017, Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur telah mendapatkan akses konsuler untuk bertemu tiga orang WNI yang diduga terlibat tindak pidana terorisme dan telah ditahan Polis Diraja Malaysia (PDRM) sejak 12 Juli.

Saat ditemui Satgas di Kantor Pusat PDRM Bukit Aman, Kuala Lumpur, ketiga WNI tersebut dalam kondisi sehat dan mengaku mendapat perlakuan baik dari petugas. Berdasarkan hasil verifikasi, ketiga orang tersebut — EMD (26), UR (42), dan ZKR (27) — merupakan pemegang Paspor Indonesia yang sah.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa 24 Juli 2018, ketiga WNI masih akan menjalani masa penahanan dalam rangka penyelidikan selama 28 hari terhitung mulai tanggal penangkapan. KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau proses hukum terhadap mereka.

Baca: 3 WNI Ditangkap di Malaysia Terdaftar di Sistem Imigrasi RI

Dalam operasi pada 12-17 Juli, PDRM menangkap tujuh terduga teroris. Tiga dari terduga itu adalah WNI, sementara sisanya warga Malaysia.

Operasi bertahap tersebut dilakukan di Trengganu, Selangor, Perak dan Johor.

Salah satu tersangka asal Indonesia adalah operator pabrik. Dia mengaku memiliki hubungan dari anggota jaringan JAD, yang terlibat dalam bentrok di Mako Brimob Jakarta," ujar Inspektur Jenderal Polisi Mohd Fuzi Harun, dikutip dari Channel News Asia.

Selain itu, satu dari tujuh tersangka ini juga mengancam akan membunuh Raja Malaysia, Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan satu menteri kabinet.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close