RI-Iran Sepakati MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

  • Whatsapp
Pnandatangan nota kesepahaman (MoU) Women Empowerment, Child Protection and Family Resilience. (Foto: Dok. KBRI Tehran).

Tehran: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise dan Wakil Presiden Iran urusan Perempuan dan Keluarga Masoumeh Ebtekar menandatangani nota kesepahaman (MoU) Women Empowerment, Child Protection and Family Resilience.

Penandatanganan ini dilakukan untuk melindungi anak dan perempuan dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan termasuk pengaruh media digital dan lain-lain. MoU juga memuat penguatan ekonomi bagi kesejahteraan perempuan dan anak-anak melalui pemberdayaan dan penyediaan teknologi informasi.

Baca Juga:

"Penandatanganan MoU ini menjadi momen penting untuk mengidentifikasi kerja sama Iran dan Indonesia, utamanya terkait perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di kedua negara," kata Yohana dalam keterangan tertulis KBRI Tehran, Senin 30 Juli 2018.

Dengan adanya MoU ini, perempuan diberikan peluang dan tantangan untuk berpartisipasi aktif mencapai tujuan pembangunan milenium. Dia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak dan pemenuhan hak-haknya.

Upaya-upaya tersebut sebisa mungkin dapat menurunkan angka kekerasan dan perdagangan anak dan perempuan. Ada tiga prioritas dalam MoU tersebut, pertama mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, kedua mengakhiri kejahatan perdagangan manusia dan ketiga mengakhiri hambatan ekonomi terhadap perempuan.

Sebelumnya, Menteri Yohana bertemu dengan Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran (ICT) Mohammad Javad Azari Jahromi. Keduanya sepakat memperkuat kerja sama perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Dia menuturkan, pemanfaatan ICT dalam perlindungan anak dan perempuan terhadap ancaman siber baik dan tepat jika digunakan saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *