Internasional

Ribuan Warga Hong Kong Kecam Tekanan Tiongkok

Aktivis pro demokrasi berunjuk rasa di Hong Kong, 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Hong Kong: Ribuan warga Hong Kong berunjuk rasa menentang penekanan ketat Tiongkok atas berbagai hal, termasuk kebebasan berekspresi dan menyuarakan pendapat. Massa menilai kebebasan di Hong Kong berada di bawah ancaman serius.

Unjuk rasa ini terjadi sepekan usai Hong Kong melarang sebuah partai politik pendukung kemerdekaan dari Tiongkok. Hong Kong menyebut partai tersebut merupakan ancaman terhadap keamanan nasional.

Pelarangan partai tersebut merupakan kali pertama sejak Hong Kong dikembalikan ke Tiongkok oleh Inggris pada 1997.

Baca: Hong Kong Bekukan Partai Pro Kemerdekaan

Munculnya gerakan kemerdekaan agar Hong Kong memisahkan diri telah membuat Tiongkok geram. Negeri Tirai Bambu menegaskan kepada Hong Kong bahwa integritas wilayah itu sangatlah penting.

Aktivis pro demokrasi di Hong Kong, Joshua Wong, mengaku khawatir partainya — Demosisto — akan menjadi sasaran berikutnya.

Salah satu tokoh calon anggota Demosisto telah dilarang mengikuti pemilihan umum oleh pemerintah Hong Kong.

"Kami perlu melakukan protes dan membela kebebasan berasosiasi di Hong Kong," ungkap Wong, 21, kepada kantor berita AFP, Senin 1 Oktober 2018.

Demonstrasi pro demokrasi di Hong Kong digelar setiap 1 Oktober, yang merupakan Hari Nasional Tiongkok — menandai pendirian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) oleh Partai Komunis.

Hong Kong memiliki beberapa keunggulan dibanding pulau utama Tiongkok, salah satunya adalah kebebasan berekspresi. Namun warga Hong Kong merasa kebebasan itu terus terkikis tekanan Negeri Tirai Bambu.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close