Ridwan Kamil Berang Pergi Kemana-mana Selalu Dikaitkan dengan Pilpres 2024

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku berang karena setiap pergi kemana-mana selalu dikaitkan dengan Pilpres 2024. Seperti saat kunjungannya ke Bali pada Jumat (17/9/2021) kemarin.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan bahwa kunjungan tersebut tak terkait dengan politik 2024. Dia mengatakan lawatannya ke Bali dalam rangka kepentingan program Grand launching BeliBali dengan PT. Digital Ekonomi Indonesia untuk penjualan produk UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Bali melalui marketplace Borongdong.id.

Berita Lainnya

“Saya jawab jujur yah, saya jawab tidak ada. Cuma saya itu susah kemana-mana pertanyaan selalu itu. Jadi, mau programnya apa saja, ditafsir (Pilpres 2024),” kata Kang Emil, kepada wartawan di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (17/9/2021).

Meski demikian, dia memaklumi jika ada yang menafsirkan kunjungan kerjanya selalu dikaitkan dengan politik 2024. Namun, sekali lagi dia membantah tudingan tersebut.

“Karena kami pemimpin ini mahluk di panggung. Kalau di panggung orang lihat kadang ditepuki, kadang di bully, ditafsir. Jadi saya kira tidak ada (safari politik),” tegasnya.

Dia juga menceritakan, hubungan dengan Bali sudah cukup lama secara historis. Karena, dirinya juga memiliki banyak karya desainer pembangunan di Bali, sebelum dirinya menjadi Gubernur Jawa Barat.

“Bisa lihat sebelum saya jadi gubernur. Saya, banyak mengerjakan membantu pembangunan Bali. Grand Inna Putri di Nusa Dua itu karya saya. Itu hotel yang dulu paling murah, sekarang bisa bersaing dan income-nya melebihi semua income hotel-hotel di Grup Ina,” ujarnya.

“Saya bikin hotel di Bandara Bali. Hotel Novotel itu karya saya. Hotel Tijili di Seminyak (Kuta) saya desain. Masjid di Bandara (saya juga). Jadi, historis saya dengan Bali jauh sebelum saya masuk politik,” ungkapnya.

Dia juga menerangkan, untuk soal urusan politik atau Pilpres dirinya tidak pernah menargetkan. Karena, menurutnya menjadi pemimpin itu takdir dari Tuhan.

“Kalau urusan itu, saya itu tidak pernah target-target karena itu takdir Tuhan. Kalau pintunya ada Bismillah, kalau tidak ada, ya tidak ada masalah. Kira-kira begitu,” ujarnya.

“Saya, menjadi gubernur saja tidak pernah cita-cita. Tapi, kalau sudah berada dalam satu posisi, saya mencoba memberikan yang terbaik buat masyarakat,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, adanya program yang dilaunching saat ini dengan didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, karena curhatan para pedagang asal Jawa Barat di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, karena terdampak pandemi Covid-19.

“Intinya ke sini betul-betul karena curhatan warga Ubud itu, 500 pedagang Jawab Barat yang tinggal di Bali. Itu gara-gara itu, kalau saya tidak bertemu dengan 500 warga Jabar yang curhat di tahun lalu, tidak ada hari ini kira-kira begitu. Jadi itulah motivasi sebenar-benarnya, sejujurnya-jujurnya,” pungkasnya.[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *