PemiluPilpresSurvei

Riset Roy Morgan: Perempuan dan Milenial Cenderung Pilih Jokowi-Ma’ruf Amin

Indopolitika.com, JAKARTA – Lembaga riset asal Australia, Roy Morgan mengeluarkan hasil risetnya terkait pemilihan umum presiden 2019. Roy Morgan memprediksi pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin memenangkan pilpres 2019 mendatang. Pasangan yang diusung sembilan partai politik itu unggul dari berbagai sebaran pemilih, termasuk dari perempuan dan milenial.

Dalam rilis surveinya, Roy Morgan menilai kepemimpinan Jokowi memiliki daya tarik yang kuat terhadap pemilih perempuan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu unggul dengan peroleh suara sebesar 61 persen, sedangkan rivalnya, yakni Prabowo hanya 39 persen.

Jokowi juga tampak unggul pada sebaran dari pemilih yang berjenis kelamin laki-laki. Namun, jarak elektabilitas kedua paslon cenderung kompetitif. Yakni, Jokowi sebesar 55 persen, sementara Prabowo 45 persen.

“Kepemimpinan Jokowi memiliki daya tarik yang kuat terhadap perempuan. Pria juga menyukai Jokowi, tetapi dengan margin (elektabilitas) yang lebih sempit,” kata Michele Levine, Chief Executive Officer Roy Morgan saat merilis hasil risetnya melalui website resminya Roy Morgan.

Tak hanya itu, hasil riset dari Roy Morgan juga menunjukkan bahwa dukungan paslon nomor urut 01 Jokowi-Maruf cenderung kuat semua kelompok usia. Pada usia 17-24 tahun, petahana unggul dengan 54,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 45,5 persen.

Selanjutnya, dalam kelompok usia 25-34 tahun, Jokowi unggul dengan perolehan suara 61,5 persen berbanding 38,5 persen dengan rivalnya. Kemudian pada kelompok usia 35-49 tahun, Jokowi juga unggul 59,5 persen dan Prabowo dengan perolehan 40,5 persen.

Terakhir, pada kelompok usia sepuh yakni berumur 50 tahun ke atas. Roy Morgan juga memprediksi Jokowi mengungguli rivalnya dengan 58,8 persen dan Prabowo sebesar 41,5 persen.

“Jokowi unggul kuat di antara semua kelompok umur. Daya tarik terberat adalah untuk yang berusia 25-49 tahun,” pungkasnya.

Diketahui, Riset Roy Morgan dilakukan pada Januari 2019 di seluruh Indonesia. Namun, jumlah responden yang terlibat dalam survei ini hanya 1.039 jiwa. Mereka merupakan pemilih yang berusia di atas 17 tahun.

Mereka juga melakukan wawancara tatap muka yang dilakukan di 17 provinsi. Roy Morgan juga memastikan sampel yang diambil seimbang untuk mewakili pemilih baik secara geografis maupun demografis. Belum diketahui pula Margin Of Error (MoE) dari survei yang dirilis Roy Morgan.

(JPC)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close