Internasional

Rohingya Peringati Satu Tahun Operasi Militer Myanmar

Para pengungsi Rohingya berjalan di kamp pengungsi di Ukhia, Bangladesh, 23 Agustus 2018. (Foto: AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

Cox's Bazar: Para pengungsi Rohingya memperingati satu tahun operasi militer Myanmar di Rakhine, Sabtu 25 Agustus 2018, yang memaksa sekitar 700 ribu etnis minoritas itu melarikan diri ke Bangladesh.

Serangan militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) ke beberapa pos polisi di pada 25 Agustus tahun lalu memicu respons keras pemerintah Myanmar.

Meski pemerintah Myanmar menegaskan operasi militer hanya ditujukan kepada ARSA, banyak dari Rohingya di Rakhine mengalami aksi kekerasan sehingga harus melarikan diri.

Peringatan satu tahun ini disebut Rohingya sebagai "Hari Hitam." Para Rohingya di kamp pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh, memperingati memori buruk satu tahun lalu itu dengan berdoa dan bernyanyi.

Abdul Malek, pengungsi berusia 27, menyebut penderitaan etnis Rohingya ini masih jauh dari kata usai.

"Satu tahun ini hanyalah permulaan dari tahun-tahun ke depan," ujar Malek kepada kantor berita AFP di Cox's Bazar.

Sementara itu, pemerintah Myanmar menegaskan kembali kesiapannya menerima kembali Rohingya.

Namun Myanmar tetap menolak mengakui Rohingya sebagai warga negara, dan tetap melabeli mereka dengan imigran gelap "Bengali."

Jaminan Keamanan

Perjanjian repatriasi Rohingya antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh mandek. Sejauh ini, baru sekitar 200 Rohingya yang sudah direpatriasi ke Myanmar.

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pekan ini menyebut bahwa hanya Bangladesh yang "bisa memutuskan seberapa cepat" proses repatriasi ini dapat dilakukan.

Ia menambahkan bahwa ancaman teroris dari militan ARSA "masih tetap ada hingga saat ini."

Rohingya mengaku tidak mau kembali ke Myanmar kecuali sudah mendapat jaminan keamanan, kewarganegaraan dan kompensasi atas hancurnya rumah serta tanah mereka.

"Kami tidak mau pulang tanpa ada keadilan dan jaminan kami tidak akan diusir lagi," ungkap Aman Ullah, pengungsi berusia 18 tahun, di Cox's Bazar.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close