RS Covid-19 Irak Terbakar Diduga Akibat Tangki Oksigen, 41 Orang Dilaporkan Tewas

  • Whatsapp
Kebakaran terjadi di rumah sakit Al-Hussein, kota Nasiriya, Irak selatan pada Senin 12 Juli 2021. (Foto: AFP)

INDOPOLITIKA.COM – Sebuah rumah sakit di kota Nasiriya, Irak tenggara, terbakar pada Senin (12/7) malam. Sedikitnya 41 orang tewas dalam kejadian ini, menurut Dr Ammar al-Zamili, juru bicara departemen kesehatan setempat. Sementara itu, sedikitnya 5 orang terluka parah.

Dilansir dari CNN, kebakaran ini diyakini akibat tangki oksigen meledak di ICU yang merawat pasien COVID-19.

Berita Lainnya

“Tim pertahanan sipil berhasil mengendalikan dan memadamkan besarnya kobaran api di rumah sakit al-Hussein dengan bantuan petugas kesehatan dan relawan lingkungan,” terang Zamili.

Kepada Reuters, sumber kesehatan mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat karena banyak pasien masih hilang. Dua petugas kesehatan termasuk di antara korban yang tewas.

“Enam belas orang telah diselamatkan sejauh ini,” kata sumber medis pada Senin malam.

Pejabat kesehatan di Nasiriya mengatakan operasi pencarian di rumah sakit virus corona al-Hussain terus berlanjut setelah kebakaran dapat dikendalikan. Tetapi asap tebal membuat sulit untuk memasuki beberapa bangsal yang terbakar.

Video yang dibagikan secara daring menunjukkan asap tebal mengepul dari rumah sakit Al-Hussein.

Al Jazeera yang melaporkan dari Baghdad, menyatakan tim pertahanan sipil telah mampu menahan api di rumah sakit, yang mengutip otoritas kesehatan Irak. Sementara manajer rumah sakit telah mengundurkan diri.

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi juga mengumumkan keadaan darurat di kegubernuran Dhi Qar, di mana Nasiriya berada.

Dalam satu cuitan, al-Kadhimi mengatakan bahwa kantornya mengadakan pertemuan darurat untuk membahas “penyebab dan akibat” dari insiden tersebut.

Melalui Twitter, Ketua Parlemen Mohammed al-Halbousi mengatakan kalau kebakaran ini menunjukkan kegagalan sistem perlindungan nyawa.

“Kini saatnya untuk mengakhiri kegagalan bencana ini. Parlemen akan menggeser sidang hari ini demi memeriksa opsi mengenai apa yang terjadi,” tulisnya.

Rumah Sakit Al-Hussein didirikan untuk merawat pasien COVID-19 pada awal pandemi dan memiliki posko karantina di lokasi.

Sebelumnya, pada bulan April, setidaknya 82 orang tewas dalam kebakaran besar di sebuah rumah sakit COVID-19 di Baghdad. Kebakaran tersebut juga bermula setelah tangki oksigen meledak di ICU COVID-19

Banyak dari korban menggunakan respirator yang dirawat karena Covid-19 terbakar atau dicekik dalam api yang menyebar dengan cepat ke seluruh rumah sakit, tempat puluhan kerabat mengunjungi pasien di unit perawatan intensif.

Menteri kesehatan saat itu, Hassan al-Tamimi, mengundurkan diri setelah kebakaran April. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *