Rumah Aset Pemkot Bandung Dijadiin Pabrik Narkoba

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sebuah rumah yang berdiri di atas aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dijadikan pabrik narkoba. Rumah yang terletak di Jalan Cingised, Komplek Pemda RT 03 RW 04 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung itu pun digrebek BNN bersama Polda Jabar dan Kodam III Siliwangi.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengecek langsung lokasi rumah tersebut. Dia datang didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Jaya Sampurna dan Kepala BNN Provinsi Jabar Brigjen Sopian Syarif. Oded mengakui, bila rumah itu berdiri di atas lahan Pemkot Bandung. Dia menyebut lahan itu disewa.

Bacaan Lainnya

“Ya kalau kita bicara tanah ini milik aset Kota Bandung yang disewakan ke masyarakat yang tentu saja fungsinya adalah hunian masyarakat,” kata Oded, Senin (24/2/2020).

Menurut Oded yang menyewa tanah dan mendirikan bangunan tersebut sudah menyalahi aturan. “Adapun ketika hal seperti ini saya kira itu melanggar, baik di tempat sewaan punya Pemkot atau punya sendiri, kalau ada masalah seperti ini saya kira ini menyalahi aturan,” kata Oded.

Saat disinggung, terkait status sewa tersebut, Oded belum dapat memberikan banyak informasi. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi. “Ya nanti prosedur lah. Mungkin saja bukan yang si penyewanya kan belum termasuk warga sini,” ujarnya.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, dari rumah tersebut didapati 4 juta butir pil narkoba. Dirinya menegaskan, hasil analisa laboratorium BNN menyebutkan, pil ini masuk tiga tipe pil. “Yakni obat golongan G, obat psikotropika dan narkotika golongan I,” terangnya.

Dia menambahkan, bahwa dalam sehari para pelaku bisa memproduksi 40.000 butir. “Sehingga dugaan pabrik ini sudah beroperasi sejak lama masih didalami,” paparnya. Dirinya menduga, para pelaku telah lebih dari 5 bulan menyewa rumah tersebut.

Untuk jenis pil apa yang diproduksi ini, Arman Depari menjelaskan bahwa BNN terus melakukan penelitian di Laboratorium BNN. Menurutnya, 400.000 butir pil siap dikirim melalui ekspedisi. “Tim berhasil melacak 400.000 butir yang sudah dipacking dan dikirim melalui jasa ekspedisi,” jelasnya.

Irjen Arman menambahkan, 400.000 butir tersebut sudah siap kirim ke kota tujuannya. “Sudah di ekspedisi. Hanya saja tujuan kotanya belum teregister. Secara umum hasil pengakuan para pelaku yang diamankan yakni berjumlah enam orang bahwa distribusi pil ini ke Jatim, Jateng serta Kalimantan,” terangnya.

Selain pil hasil produksi, sejumlah bahan pembuat pil yakni berupa bahan kimia cair dan padat diamankan di lokasi pabrik pembuatan narkoba rumahan tersebut. Arman Depari mengatakan terkait operasi yang telah dilakukan dengan Polisi Minggu kemarin, merupakan hasil pengembangan.

“Jadi ini hasil pengembangan yang sudah lama, dan kita kembangkan produksinya di Bandung,” ujarnya. Arman menambahkan, bahwa lokasi ini terdiri dari empat rumah bersebelahan. “Jadi rumah ini sebelah kiri, kanan dan belakang. Rumah di tengah seperti gudang kelihatannya. Di tengah inilah beberapa alat bahan dan sekaligus kemungkinan besar berproduksi rumah yang ditengah posisinya,” paparnya.

Dalam penggerebekan, ditemukan peralatan yang menjadi alat utamanya. Yakni ada dua mesin cetak. “Nama mesinnya Pilpres ukurunnya cukup besar. Mesin ini untuk mencetak tablet yang telah disita cukup banyak kali ini,” jelasnya. Hasil penghitungan, ada sekitar 3.000.050 butir. “Yang sudah jadi ada 3 juta 50.000. Yang gagal cetak sekitar 1 juta butir,” terangnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *