Internasional

Rusia Tahan Lebih dari 800 Penentang Reformasi Pensiun

Polisi menangkap lebih dari 800 pendemo di Rusia. (Foto: AFP).

Moskow: Polisi Rusia menahan lebih dari 800 orang yang melakukan protes atas rencana kenaikan usia pensiun. Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM), OVD-Info, mengatakan 839 orang telah ditahan polisi di 33 kota.

Aksi protes diserukan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, yang saat ini berada di penjara. 

Dilansir dari laman The New York Times, Senin 10 September 2018, video rekaman demonstrasi memperlihatkan petugas yang menggunakan kekerasan dalam membubarkan massa. 

"Mereka memukuli para peserta dengan tongkat dan menyeret mereka pergi," kata salah satu pegiat HAM OVD-Info.

Reformasi pensiun yang diusulkan sekarang berada di hadapan Parlemen. Usulan ini membuat tingkat kepuasan publik terhadap Putin turun sekitar 15 poin. Di Moskow, sekitar 2.000 orang berkumpul di alun-alun pusat Pushkin dalam menentang reformasi tersebut.

Mereka meneriakkan 'Rusia akan bebas' dan 'Putin adalah pencuri'. Polisi anti huruhara memerintahkan mereka untuk membubarkan diri atau bersiap menghadapi tuntutan. Banyak anak muda yang ikut dalam aksi protes ini.

"Mereka mencuri kehidupan masa depan saya. Kami harus memperbaiki apa yang telah dilakukan. Saya ingin kehidupan yang lebih baik untuk diri sendiri dan anak-anak saya kelak," tukas Katya Shomnikova, 23.

Setelah disetujui Putin, maka usia pensiun di Rusia akan dinaikkan dari 65 menjadi 60 bagi pria dan 60 ke 55 untuk wanita. Padahal, harapan hidup rata-rata pria di Rusia adalah 66 tahun, sementara wanita 77.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close