Internasional

Rusia Tuduh AS Gunakan Bom Fosfor Putih di Suriah

Aktivitas di kamp pengungsian untuk warga Deir Ezzor, Suriah, 27 November 2017. (Foto: AFP/IBRAHIM YASOUF)

Moskow: Rusia menuduh Amerika Serikat melakukan serangan udara dengan menggunakan bom fosfor putih terhadap sejumlah target militer di Suriah timur. Bom jenis tersebut dilarang di bawah hukum internasional.

"Dua pesawat jet F-15 Amerika melakukan pengeboman pada 8 September di area Hajin di Deir Ezzor dengan menggunakan amunisi fosfor," ucap Jenderal Rusia Vladimir Savtchenko, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Minggu 9 September 2018.

"Serangkaian serangan tersebut memicu kebakaran hebat. Kami sedang mengklarifikasi informasi mengenai kemungkinan adanya korban tewas dan luka," tambah dia.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) masih menguasai beberapa titik di Deir Ezzor, yang terletak antara Sungai Efrat dengan perbatasan Irak. 

Koalisi internasional pimpinan AS membantu kemitraan pejuang Kurdi dan Arab yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Koalisi AS dan SDF ini berusaha sejak beberapa bulan lalu untuk menghabisi ISIS di area sekitar Deir Ezzor.

Sementara pasukan Rusia, yang mengintervensi konflik di Suriah sejak 2015, dituduh telah menggunakan bom api dalam melancarkan serangan ke markas pemberontak di Ghouta Timur dekat Damaskus.

Moskow membantah tuduhan tersebut, yang dilayangkan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights.

Bom fosfor putih merupakan benda terlarang di bawah Konvensi Jenewa. Bom ini dilarang digunakan terhadap target militer yang berada di area padat penduduk.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close