Saat Kampanye Presiden Ghani Dibom Taliban

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Jelang Pemilu, suhu politik di Afghanistan meningkat. Bahkan diwarnai dengan aksi bom bunuh diri. Selasa (17/9/2019) Afghanistan diguncang dua serangan bom bunuh diri. Serangan pertama bom meledak di sebuah pos pemeriksaan di dekat lokasi kampanye Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Seperti dilansir AFP, bom itu dibawa dan diledakan seorang pengendara sepeda motor, saat Ghani berbicara di depan pendukungnya di Provinsi Parwan tengah, di sebelah utara Kabul. Akibatnya, 26 orang tewas dan 42 orang lainnya terluka.

Baca Juga:

Dari sebuah gambar yang diambil dari lokasi kejadian, tampak sisa-sisa sepeda motor yang terbakar, mobil polisi yang rusak parah, dan korban. Direktur rumah sakit Parwan, Abdul Qasim Sangin mengatakan, perempuan dan anak-anak ikut jadi korban dari serangan tersebut.

Dalam insiden itu Presiden Ghani tidak terluka. Dia mengutuk serangan itu. Dia mengatakan insiden ini membuktikan bahwa Taliban tidak menginginkan adanya rekonsiliasi.

“Ketika Taliban melanjutkan kejahatan mereka, mereka sekali lagi membuktikan bahwa mereka tidak tertarik pada perdamaian dan stabilitas di Afghanistan,” kata Ghani.

Sejam kemudian, ledakan lain mengguncang Kabul, dekat kedutaan Amerika Serikat (AS). Dikabarkan ada 22 orang tewas dan 38 lainnya terluka.

Taliban mengklaim bertanggung jawab atas kedua ledakan itu. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, serangan di dekat lokasi kampanye Ghani itu sengaja untuk mengganggu pemilihan umum 28 September.

“Kami sudah memperingatkan orang-orang untuk tidak menghadiri demonstrasi pemilihan umum, jika mereka menderita kerugian yang merupakan tanggung jawab mereka sendiri,” ujarnya.

Total korban ledakan bom bunuh diri jelang pemilu di Afghanistan menjadi 48 orang. Selain itu ada puluhan orang terluka.

Serangan ini disebut-sebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengakhiri pembicaraan dengan Taliban awal bulan ini. Dalam proses pembicaraan, AS sempat membuka kemungkinan untuk mulai menarik pasukan dari Afghan.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *