Sah! UMP DKI Tahun 2020 Naik Jadi Rp4,2 Juta

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi atau UMP untuk Wilayah DKI Jakarta tahun 2020. Nilai UMP Jakarta pada tahun 2020 adalah sebesar Rp 4.267.349 di mana jumlah ini mengalami kenaikan 8,51 persen dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 3.940.000.

“Hari ini saya sampaikan bahwa UMP DKI Jakarta untuk tahun 2020 mengalami perubahan yang sebelumnya UMP 2019 sebesar Rp3.940.000 di tahun 2020 menjadi Rp4.267.349. Kenaikannya adalah sebesar Rp335.776. Atau kalau dihitung persentase kenaikannya adalah sebesar 8,51 persen,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI, Jumat sore 1 November 2019.

Baca Juga:

Anies mengatakan, dalam penetapan UMP ini, Pemprov DKI Jakarta telah mengikuti aturan yang ada. Penetapan UMP dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada, baik secara undang-undang maupun menggunakan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan.

“Penetapan UMP DKI Jakarta ini sesuai dengan dasar hukum yang berlaku, baik undang-undang maupun peraturan pemerintah,” kata Anies.

Khusus di DKI Jakarta, kata Anies, buruh yang memiliki gaji setara UMP hingga 10 persen di atasnya akan mendapat kartu pekerja berikut sejumlah fasilitasnya.

Fasilitas yang didapatkan antara lain gratis menggunakan transportasi umum Jak Lingko. Mendapat harga lebih murah saat belanja di Jak Grosir. Kartu Jakarta Pintar Plus dan kuota jalur afirmasi untuk pekerja yang anaknya sedang bersekolah.

Anies menuturkan distribusi kartu pekerja akan melibatkan serikat buruh di ibu kota.

Lebih lanjut Anies mengatakan Pemprov DKI lewat Kartu Pekerja berupaya memperkecil selisih antara pendapatan dengan pengeluaran buruh.

“Aspek pendapatannya ditingkatkan dengan cara menaikkan UMP. Kedua pengeluarannya dikurangi. Pengeluaran mereka sebagai buruh karena sebagian kebutuhan mereka didapatkan dengan harga yang murah,” ujar Anies.

“Jadi tujuan dari meningkatkan gaji supaya selisih pendapatan dan pengeluaran tidak besar. Kita lakukan dua-duanya di Jakarta. Bukan hanya gaji naik tapi pengeluarannya dikurangi,” imbuh Anies. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *