CapresPartai Gerindra

Said Iqbal Dukung Prabowo Karena Dijanjikan Jabatan Menteri?

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, telah dijanjikan posisi menteri tenaga kerja oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, apabila berhasil memenangi Piplres Juli mendatang. Posisi itu merupakan imbalan atas kesediaan Said Iqbal memberikan dukungan serikat buruh yang dipimpinnya kepada Prabowo, yang diumumkan pada Hari Buruh, hari ini (1/5).

Hal ini dilaporkan oleh koran Australia, Sydney Morning Herald (SMH),  hari ini (1/5),  dalam liputan berjudul Controversial Indonesian presidential candidate Prabowo Subianto gets union backing, berdasarkan wawancara yang dilakukan koran itu dengan sejumlah narasumber di dalam maupun di luar serikat buruh.

Menurut SMH,  Said Iqbal bahkan telah menjelaskan adanya jaminan posisi menteri itu di depan para pengurus serikat pekerja dalam sebuah rapat tertutup. Said Iqbal juga dengan keras mengeritik Joko Widodo, lawan Prabowo, sebagai presiden boneka Amerika Serikat, orang-orang Yahudi dan capres antiburuh.

Dalam acara perayaan May Day tadi siang, Said Iqbal di hadapan sekitar 50 ribu buruh dikutip mengatakan, “Semoga Tuhan menjadikan Prabowo presiden.”

Ketika SMH menanyakan kepada Said Iqbal tentang kemungkinan dirinya menjadi menteri dalam kabinet Prabowo apa bila menang, Said memberikan jawaban diplomatis. “Kita lihat saja. Untuk menjamin adanya kemajuan dalam isu-isu (ketenagakerjaan, Red) sangat wajar jika posisi menteri diisi oleh aktivis buruh,” kata dia, ketika ditemui seusai perayaan May Day di Gelora Bung Karno.

Ketika SMH kembali mendesak bahwa apakah aktivis buruh yang akan menjadi menteri itu Said Iqbal sendiri, ia menjawab, “Kita lihat. Presiden yang akan memutuskan itu.”

Reputasi Said Iqbal sebagai aktivis serikat pekerja memang telah diakui banyak pihak. Dukungannya pada Prabowo diperkirakan berpotensi memberikan ratusan ribu suara kepada purnawirawan jenderal yang juga bekas menantu mantan Presiden Soeharto tersebut.

Meskipun demikian, dukungan terhadap Prabowo dari kalangan buruh  dinilai tidak bulat. SMH melaporkan, pada acara May Day di GBK siang tadi, banyak diantara para pemimpin buruh bersikap suam-suam suku dengan adanya janji-janji kepada kaum buruh. Sejumlah pemimpin serikat buruh menolak bertepuk tangan menyambut pidato yang disampaikan Prabowo yang berbicara tentang korupsi dan tingkah polah elit politik.

“Mengingat pidato itu datang dari seseorang yang memperoleh reputasi dari militer dan menantu dari Soeharto yang terkenal sebagai keluarga korup, banyak diantara hadirin yang skeptis,” tulis SMH. (JN/ind/pol)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close