Internasional

Salah Khitan, Seorang Anak Terima Kompensasi Rp469 Miliar

Ilustrasi oleh The Sun.

Riverdale: Seorang bocah berusia empat tahun diberikan 24 juta poundsterling atau sekitar senilai Rp469 miliar setelah khitan yang gagal meninggalkan dirinya dengan ujung alat kelamin terputus.
 
Anak itu baru berusia 18 hari ketika perawat Melissa Jones secara tidak sengaja memotong alat kelaminnya di Life Cycle Pediatrics di Riverdale, Georgia, Amerika Serikat (AS).
 
Alih-alih membawanya untuk operasi darurat guna merekatkan kembali jaringan yang terputus, Jones dan seorang dokter memutuskan buat menyimpan sisanya di kulkas dan membawa bocah lelaki yang sedang mengalami pendarahan pulang ke rumah.
 
Ibunya, Stacie Willis, diberitahu agar memasukkan alat ke penisnya tiga kali sehari untuk penyembuhan, Atlanta Journal-Constitution melaporkan.
 
Sejak operasi pada Oktober 2013, seorang juri mendengar bagaimana bocah lelaki itu, yang belum disebutkan namanya, dibiarkan kesakitan secara fisik dan kudis kronis.
 
Dia telah menjalani operasi di Minnesota dan Massachusetts untuk membuatnya lebih mudah buang air kecil. Dokter berharap dia akan dapat memiliki anak di masa depan.
 
Anak laki-laki itu harus menjalani lebih banyak tes ketika dia mencapai usia pubertas demi menentukan apakah dia membutuhkan operasi lebih lanjut, menurut dokter.
 
Pengacara Neal Pope, yang mewakili anak laki-laki dan ibunya, berkata kepada pengadilan di Clayton County dia akan menderita penderitaan mental selama bertahun-tahun karena kelainannya.
 
Dia gambarkan bagaimana anak laki-laki itu mungkin menderita rasa malu ketika dia berumur lebih tua dan mungkin susah menemukan pasangan.
 
Dilansir dari The Sun, Selasa 25 September 2018, sebagai upaya menjelaskan sejauh mana rasa sakit anak itu dalam kata-kata, pengacaranya berkata: "Rasa sakit adalah jendela ke neraka."
 
Pope meminta ganti-rugi bagi keluarga itu sebesar GBP76 juta (USD100 juta).
 
Namun pembela, Terrell W. Benton, mewakili perawat dan dokter yang harus bertanggung jawab, mengatakan kepada juri bahwa GBP762.000 (USD1 juta) harus mencakup ongkos pengobatan anak itu, serta biaya terapi jangka panjang dan penderitaan.
 
Juri menetapkan pembayaran sebesar 24 juta poundsterling (USD31 juta) atau setara Rp469 miliar. Namun tidak jelas berapa banyak masing-masing terdakwa akan membayar, kata juru bicara firma hukum keluarga tersebut.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close