Salah Tetap ‘Salah’: Serukan Para Pemimpin Dunia Akhiri Kekerasan, Tapi Dikritik Tidak Menyebut ‘Palestina’

  • Whatsapp
Pesepakbola Mesir yang bermain untuk Liverpool, Mohamed Salah. Foto: Peter Powell/Reuters

INDOPOLITIKA.COM – Niat baik pesepakbola Liverpool dan Mesir Mesir Mohamed Salah, menyerukan para pemimpin dunia untuk ‘memastikan kekerasan dan pembunuhan orang tidak bersalah segera dihentikan’ dikritik sebagian orang. Pasalnya, apa yang disampaikan Salah tidak secara spesifik menyebut ‘kekerasan di Palestina’.

Seruan Mo Salah tampaknya merujuk pada meningkatnya ketegangan di Palestina di mana setidaknya 36 orang, termasuk anak-anak tewas dalam aksi kekerasan brutal tentara Israel.

Berita Lainnya

Seruan Salah melalui akun Twitternya disampaikan menyusul serangan militer Israel melanjutkan pembomannya di Jalur Gaza yang terkepung pada Selasa, dan menargetkan beberapa daerah setelah roket ditembakkan dari daerah kantong tersebut.

Dalam tweet pada Selasa, Salah secara khusus meminta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson “untuk memastikan kekerasan dan pembunuhan orang yang tidak bersalah segera dihentikan”.

“Saya menyerukan kepada semua pemimpin dunia termasuk Perdana Menteri negara yang telah menjadi rumah saya selama 4 tahun terakhir untuk melakukan segala daya mereka untuk memastikan kekerasan dan pembunuhan orang yang tidak bersalah segera berhenti,” kata Salah di Twitternya.

“Cukup. Sudah cukup,” seru Salah seraya menandai akun Twitter Perdana Menteri Inggris @borisJohnson.

Tidak ada penyebutan Palestina

Di media sosial, bintang sepak bola Mesir berusia 28 tahun itu dikritik karena tidak menyebut Palestina dalam pesannya. Selain itu, dia juga dikritik karena dinilai terlambat mengangkat masalah tersebut meskipun ada pemain lain yang sudah angkat bicara.

Salah memiliki lebih dari 14,3 juta pengikut di Twitter dan tweetnya dibagikan ribuan kali dalam beberapa menit.

Dia menerbitkan tweet itu tidak lama setelah memposting foto dirinya di Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Cuitan Salah dibalas salah seorang pengguna akun @talal_alkhanfar. ”Salah memutuskan untuk tweet di tengah tekanan publik tetapi memilih kata dengan sangat berhati-hati. Pernyataan yang sangat umum. Menggunakan istilah “kekerasan” bisa terjadi dua arah tergantung pada narasinya. Perhatikan bahwa dia tidak menyebut Palestina atau Palestina, tetapi memposting foto di depan Aqsa di tweet terpisah,” katanya.

“Ketika Salah tidak memposting tentang Palestina, dia dibenci. Dan ketika dia memposting dia juga semakin dibenci .. Saya tidak percaya, saya melihat begitu banyak komentar negatif di tweetnya (Salah),” sambung akun lainnya.

“Mo Salah, katakan dengan saya. Pal-es-tine,” kritik Khaled Beydoun @Bayu_joo, seorang professor hukum dan juga penulis kenamaan. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *