Sambangi Kantor Mahfud MD, Prabowo Subianto Bahas Pembelian Sukhoi SU-35

  • Whatsapp
Menhan Prabowo Subianto

INDOPOLITIKA.COM – Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) untuk membahas perkembangan pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI tahun 2020-2024, termasuk soal rencana pengadaan jet tempur Sukhoi SU-35.

Selain Prabowo, rapat turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, serta Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Mintoro Yulianto, juga hadir di kantor Mahfud ini.

Bacaan Lainnya

Prabowo tak banyak bicara kepada awak media seusai rapat yang digelar selama satu jam tersebut. Dia bergegas memasuki mobil untuk kembali ke kantornya. Dia pun hanya melambaikan tangan seraya menutup kaca mobil.

Sikap tersebut juga dilakukan oleh peserta rapat yang lain. Mereka menyerahkan penjelasan soal hasil rapat kepada Mahfud selaku tuan rumah. “Langsung ke Pak Menko ya,” ujar Andika Perkasa di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Kontrak pengadaan pesawat tempur generasi ke 4 buatan Rusia ini disebut telah dilakukan oleh pihak Kemenhan dan Rusia. Prabowo juga telah menyambangi Rusia beberapa waktu lalu untuk membahas rencana pembelian Sukhoi SU-35.

Pihak Rusia sendiri sempat mengatakan masalah finansial menjadi salah satu hal teknis yang menghambat proses pembelian 11 Sukhoi SU-35 oleh Indonesia. “Tentunya, itu menjadi salah satu masalah teknis yang ada tapi semuanya bisa diselesaikan,” ucap Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (12/2/2020) lalu.

Meski begitu, Vorobieva optimistis kontrak pembelian pesawat militer Sukhoi SU-35 senilai Rp 16,75 triliun itu akan tetap berlanjut.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dikabarkan turut membahas kelanjutan pembelian belasan jet tempur Sukhoi SU-35, saat bertemu Menhan Rusia Jenderal Angkatan Darat Sergei Shoigu, di Moskow beberapa waktu lalu.

Duta Besar RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi, menuturkan kontrak pembelian alat utama sistem pertahanan (alutsista) senilai Rp 16,75 triliun itu tinggal menunggu proses. “Ya tadi disinggung juga (soal pembelian Sukhoi), itu tinggal tunggu proses saja,” kata Duta Besar RI di Rusia, Wahid Supriyadi.

Wahid enggan menjelaskan secara detail terkait kapan kesepakatan pembelian Sukhoi itu akan disepakati kedua negara. Ia juga tak menyebutkan kapan belasan jet tempur itu akan dikirim ke Indonesia. “Iya (kontrak pembelian Sukhoi) masih on. Ya segera setelah persyaratan terpenuhi (kontrak pembelian akan disepakati),” tutur Wahid.

Rencana Indonesia membeli 11 SU-35 ini sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun terakhir. Sejumlah pihak menuturkan jet-jet tersebut akan tiba di Indonesia pada 2019. Namun, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah Indonesia apakah pembelian belasan pesawat itu dilanjutkan.

Rusia tak menampik bahwa salah satu hambatan pembelian Sukhoi ini adalah bayang-bayang sanksi Amerika Serikat. Meski begitu, Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara berdaulat sehingga keputusan apa pun tidak bisa bisa diintervensi apalagi diancam negara lain.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *