Pemerintahan

Sambut Kongres Kebudayaan, Moeldoko: Pemuda Perlu Tempat Berekspresi

 JAKARTA –  Kongres Kebudayaan 2018 pada November mendatang akan dirancang dengan kemasan istimewa. Konsep acaranya sangat menyenangkan dan sesuai dengan minat millennial. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid saat bertemu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Ruang Kepala Staf Kepresidenan, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

“Sebagai konsep awal, akan ada upaya memadukan kegiatan musik, pecinta alam, atau bisa juga kegiatan religius yang mengundang banyak komunitas masjid dan hijrah,” kata Hilmar.

Hilmar yang juga dikenal sebagai sosok aktivis, dosen, dan budayawan menegaskan, tujuan Kongres Kepemudaan kali ini lebih berfokus pada perkembangan komunitas.  Jika berjalan sesuai rencana, Kongres Kebudayaan November mendatang akan dilangsungkan di Istora Senayan dan menargetkan 7 ribu peserta.

Kepala Staf Kepresidenan menyambut baik acara lima tahunan ini. Moeldoko berpesan, konsep acara harus dibuat sekonkret dan semenarik mungkin. “Pemuda itu perlu tempat berekspresi, melampiaskan hobi,” ungkap Moeldoko.

Selain membahas rencana Kongres Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan ada beberapa hal yang perlu menjadi konsentrasi pemerintah. Pertama, ia menyampaikan laporan lanjutan terkait penanganan kasus terorisme bom di Surabaya. Hilmar berharap pemerintah akan lebih condong ke gerakan komunitas masyarakat.

“Saat ini ada beberapa ruang yang perlu mendapat perhatian yakni sekolah dan lingkungan sosial. Untuk itu, perlu sinergitas antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Dalam Negeri,” kata Hilmar.

 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close