Sambut Ramadhan di Tengah Covid-19, Enos Ajak Umat Terus Tingkatkan Ketaqwaan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menyambut bulan suci Ramadhan, H. Lanosin Hamzah atau yang akrab di sapa Enos, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kualitas ketaqwaan di bulan puasa meski di tengah wabah Covid – 19.

Menurut Enos, bulan suci ramadhan tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah wabah Covid-19 atau Corona semua kegiatan selama ramadhan akan dialihkan dirumah.

Berita Lainnya

“Marhaban ya Ramadhan, di bulan suci ini semoga kita semua masih tetap semangat berpuasa, beribadah dan bekerja maskipun kita berada dalam situasi sulit,” kata Enos, kepada awak media di kawasan Belitang, Kamis ( 23/04).

Menjalankan kewajiban selama bulan puasa, lanjut Enos, harus di dasari dengan jiwa yang ikhlas dan semata mengharap ridho-Nya. Karena itu, adik kandung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru ini juga mengajak masyarakat untuk menyambutnya dengan penuh semangat untuk meningkatkan ketakwaan.

“Mudah-mudahan ini menjadi bulan suci Ramadhan yang betul-betul mampu meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita, dengan menahan hawa nafsu sambil tetap memerangi pandemik Covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut, calon Bupati OKU Timur ini juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah. Hal ini tujuannya adalah memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 di wilayahnya.

“Saya mengingatlan sekaligus mengajak seluruh masyarakat masyarakat untuk tetap ikuti himbauan dari pemerintah. Tetap menjalankan ibadah tapi di rumah masing-masing,” Tukas Enos.

Sementara itu, Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, telah mengeluarkan himbauan selama bulan suci ramadhan di tengah pandemi Covid – 19

Tidak hanya Kementerian Aga.ma, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga telah menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk beribadah di rumah.

“Hal tersebut sesuai dengan hadis Rasulullah. Hadis tersebut menyebutkan, manusia tidak boleh mencari atau menjemput bahaya, dan juga tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain,” pungkas Kamaruddin. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *