Daerah

Samijo Subang Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Gempa Lombok

Santri Militan Jokowi (Samijo) wilayah Kabupaten Subang menggelar aksi penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penggalangan dana ini sudah dilakukan sejak Minggu (5/8).

“Kami sudah melakukan penggalangan dana bantuan untuk korban gempa NTB sejak hari Minggu, (5/8). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan para santri yang tergabung dalam Samijo,” kata Koordinator Penggalangan Dana, Yatno, Rabu (8/8).

Dalam aksi ini, lanjut Yatno, Samijo menurunkan santri dari Pondok Pesantren Bani Yarum yang diasuh oleh KH Abdul Hadi. Lokasi pengumpulan dana dilakukan di sejumlah wilayah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Binong dan Pegaden.

“Kami sudah menggalang dana kemanusiaan ini di Binong dan Pegaden. Rencananya aksi akan berlangsung hingga Jumat (10/8). Dananya sendiri akan kami serahkan kepada lembaga resmi pemerintah untuk menyalurkan,” tegas Yatno.

Dijelaskan Yatno, relawan Samijo yang mengumpulkan dana bantuan ini tidak hanya dilaksanakan oleh Samijo Kabupaten Subang, tetapi juga Samijo Kabupaten Cirebon dan Bekasi.

“Sejauh ini kami terus berkomunikasi bersama rekan-rekan Samijo di wilayah lain. Untuk Kabupaten Cirebon dan Bekasi akan menggalang dana massif Jumat (10/8) nanti,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kawasan Lombok dan sekitarnya dalam sepekan ini diguncang gempa dengan kekuatan 6,4 skala richter (SR), dan tak lama berselang gempa tertinggi 7 (SR). Gempa di Lombok agak berbeda dengan biasanya lantaran gempa susulan yang biasanya lebih rendah dibandingkan gempa pertama. Justru terjadi sebaliknya, gempa susulan lebih besar ketimbang gempa awal.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan  Geofisika (BMKG) melalui pernyataan resminya menyebutkan, gempa 7 SR yang kedua di Kabupaten Lombok kategori gempa utama (mainshock), sedangkan sebelumnya 6,4 SR justru gempa awalan (foreshock).

Menurut informasi yang dikumpulkan, sejauh ini sudah 105 orang meninggal dunia, dengan rincian data di Kabupaten Lombok Barat 16 orang, Kota Mataram dua orang, Kabupaten Lombok Timur dua orang, Kota Denpasar dua orang, dan korban meninggal dunia terbanyak di Kabupaten Lombok Utara 78 orang. Sementara data korban luka-luka masih di angka 236 orang.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close