Santuy Aja Bro, Andre Rosiade Sebut Ancaman ‘Tembak Mati’ Resiko Bela Rakyat

  • Whatsapp
Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade.

INDOPOLITIKA.COM – Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade angkat bicara terkait adanya ada ancaman ‘tembak mati’ terhadap dirinya diduga oleh istri Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nevi Zuariana, resiko dirinya berjuang membela rakyat.

Nevi dan Andre diketahui saat ini duduk di Komisi VI DPR. “Kalau ada ancaman tembakan. Itu adalah resiko perjuangan bela rakyat,” cuit Andre melalui akun twitternya, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dikatakan sosok yang baru diangkat menjadi Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat itu, dia memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumbar yang resah melihat Gubernur setempat hampir tiap bulan keluar negeri. “Bahkan ada dalam satu bulan lakukan kunker 2 kali ke luar negeri,” sebutnya.

Terkait dirinya yang menginisiasi hak interpelasi terhadap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, alasanya karena yang bersangkutan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. “Ingat, saya hanya menunjukkan peran anggota DPRD dari Gerindra dan alhamdulillah sudah mendapat dukungan luas. Yang tidak mendukung juga boleh. Ini alam demokrasi dan publik bisa menilai sendiri. Santuy aja bro. Kalau bersih, nggak perlu risi,” ujarnya.

diketahui, beredar screenshot percakapan di sebuah grup WhatsApp (WA) yang berisi pernyataan bernada ancaman yang dilontarkan oleh Nevi. “Maunya apa sich andre itu laporan pak guspardi gaus krn datang tidak dilayani pemda sdg sibuk jangan ikut ikut kalau nggak ngerti masalah kelakuan andre ini buat jelek nama gerindra di sumbar kalau ada yang tembak mati andre di sumbar ibu nggak mau tanggung jawab banyak pendukung bapak di sumbar kasihan keluarga kalau andre kelakuan spt LSM begini. Padahal ang dewan terhormat,” demikian tulis Nevi di grup WA bernama TF Politik Hukum Hankam A seperti yang dilihat, Minggu (15/12/2019). Nevi juga meminta admin grup itu mengeluarkan Andre dari grup.

Screenshot chat itu tersebar di kalangan netizen Sumbar, baik di sejumlah grup WA ataupun Facebook, sejak Sabtu (15/12). Tentu saja penyebaran chat ini membuat hangat suasana politik lokal. Sejumlah netizen membuat posting-an di akun medsosnya mengkritik kata-kata tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *