Sate Maut Salah Sasaran, Ini Tampang NA yang Berniat Racuni Eks Belahan Hatinya Tomy

  • Whatsapp
Nani Apriliani (Na), perempuan pengirim sate maut.

INDOPOLITIKA.COM – Satreskrim Polres Bantul menangkap Nani Apriliani (Na), perempuan pengirim takjil maut yang menewaskan Bocah berusia 9 tahun Naba Rais Prasetyo warga Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.

Diketahui, motif asmara menjadi salah satu alasan pelaku mengirimkan takjil bersianida yang kemudian salah sasaran karena ditolak penerimanya.

Berita Lainnya

Saat jumpa awak media di Mapolres Bantul, wanita berparas cantik ini memiliki rambut panjang lurus yang dikuncir. Wajahnya pun ditutupi masker.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadu mengatakan, pelaku berprofesi sebagai salah satu karyawan salon kecantikan. Perempuan 25 tahun ini berhasil ditangkap di Kalurahan Srimulyo, Piyungan.

“Setelah diperiksa akhirnya dia mengakui perbuatannya. Awalnya ingin memberi pelajaran pada Tomi yang dicintainya meskipun sudah beristri,” terangnya kepada wartawan di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).

Menurutnya, kasus pengiriman takiji maut berawal saat pelaku kesal dengan Tomi. kemudian dia curhat pada salah satu rekan yang Sebenarnya mencintainya. Saran laki-laki yang juga mencintai NA adalah dengan memberikan racun agar korban muntah dan mencret saja.

“Saran itu diamini oleh Na dengan menaruh KCN di bumbu sate yang dikirimnya, harapannya menjadi pembelajaran untuk Tomi,” tandasnya.

Namun sayang, rencana mengirimkan lewat ojol tanpa aplikasi justru salah sasaran. keluarga Tomy tidak mau menerima dengan alasan tidak kenal sehingga dibawa tukang Ojol Bandiman ke rumah untuk disantap bersama keluarga hingga berujung meninggalnya Naba Faiz Prasetyo.

“Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76c Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun,” pungkasnya. [ind]

 

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *