Internasional

Satu Abad Disita, AS Kembalikan Lonceng Gereja Filipina

Lonceng Gereja Katolik Balangiga, Filipina yang diambil pasukan AS. (Foto: Wikipedia).

Manila: Amerika Serikat (AS) akan mengembalikan lonceng gereja Filipina yang disita pasukannya seabad lalu. Pengembalian lonceng ini dilakukan usai Presiden Filipina Rodrigo Duterte memintanya.

Pasukan AS mengambil tiga lonceng dari Gereja Katolik Kota Balangiga di Pulau Samar pada 1901. Lonceng ini dianggap rampasan perang di tempat operasi militer AS yang sangat brutal.

South China Morning Post, Senin 13 Agustus 2018, melaporkan bahwa Duterte dan pemerintah Filipina sebelumnya mendesak Washington mengembalikan lonceng. Dia mengangkat masalah ini dalam omelan anti-Amerika saat ia membangun hubungan lebih dekat dengan Tiongkok dan Rusia.

Awalnya AS tidak merespons permintaan tersebut, namun pada akhir pekan kemarin mereka mengatakan akan mengembalikan lonceng tersebut.

"Menteri Pertahanan James Mattis telah memberi tahu Kongres bahwa Kementerian Pertahanan bermaksud mengembalikan Lonceng Balangiga ke Filipina," kata juru bicara kedutaan besar AS di Manila, Molly Koscina.

Dia mengatakan negaranya menjamin lonceng tersebut akan dikembalikan dengan baik dan diperlakukan layak. "Kami menerima jaminan lonceng akan dikembalikan dan diperlakukan dengan hormat," imbuhnya.

Juru bicara Duterte menyambut pengumuman tersebut. Namun dia belum membahas secara detail pembahasan mengenai rencana pengembalian lonceng gereja itu.

Satu lonceng gereja tersebut dipasang pada peringatan untuk kematian perang AS di negara bagian Wyoming. Sementara satu yang lainnya di Korea Selatan.

Beberapa politisi AS menentang pembongkaran peringatan itu. Menurut mereka, masalah tersebut memicu respons emosional dari keturunan tentara Amerika yang bertugas di Filipina kala itu.

Filipina merupakan koloni Spanyol selama berabad-abad. Mereka diserahkan ke AS pada 1898 di akhir Perang Spanyol-Amerika.

Filipina mendapat kemerdekaan dari AS pada 1946.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close