Se-RS Bareng Wiranto Dirawat, Akbar Korban Demo Rusuh DPR Meninggal 

  • Whatsapp
Rosminah, Ibunda Akbar Alamsyah

INDOPOLITIKA.COM Innalillahi Wainna Ilahiradjiun….Akbar Alamsyah (19), salah satu korban demo rusuh di gedung DPR meninggal, pada Kamis (10/10). Akbar sebelumnya koma dan dirawat di RSPAD Jakarta Selatan. Rumah sakit tersebut sama seperti tempat dirawatnya Menko Polhukam Wiranto.

Akbar Alamsyah dirawat di kamar 208 RSPAD Gatot Soebroto. Orangtua serta sanak saudara korban masih tidak percaya dengan kematian korban. Sebelum meninggal, Akbar mengalami luka cukup parah. Selain tempurung kepala hancur, dia juga bermasalah dengan ginjalnya.

Baca Juga:

“Adikku meninggal hari ini,” kata kakak Akbar, Fitri Rahmayani, yang terlihat sesenggukan menatapi jenazah adiknya.

“Anak saya meninggal, Mas. Tadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saya juga kurang tahu penyebabnya (meninggal). Pas saat sampe rumah sakit, Akbar ternyata sudah tidak ada. Minta doanya mas,” kata Rosminah, ibunda Akbar lirih.

Menurut Rosminah, Akbar akan dimakamkan Jumat (11/10) di  TPU Kawasan Gelonggongan, daerah Kebayoran Lama. “Sekarang kita mau urus administrasinya dulu,” jelasnya.

Sebelum ditemukan keluarganya, Akbar Alamsyah sempat hilang usai kerusuhan di Gedung MPR/DPR RI pada 25 September lalu. Dia kemudian ditemukan terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit. Keluarga menemukan Akbar sudah dalam keadaan kritis beberapa waktu setelahnya. Ia pun akhirnya dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk menjalani perawatan.

Sebelumnya, kepolisian mengklaim luka berat yang diderita Akbar  peserta demo di depan gedung DPR pada 25 September, akibat terjatuh saat melompati pagar untuk menghindari kerusuhan. “Kalau Akbar, untuk yang Akbar ya, dia itu jatuh dari pagar Pulau Dua, kepala duluan yang kena,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (7/10).

Luka Akbar Parah, Tempurung Kepala Rusak dan Ginjal Bermasalah 

Selama dirawat di RSPAD, Akbar didampingi kedua orang tuanya, Rosminah dan Adang. Rosminah mengatakan anak bungsunya itu bukanlah demonstran, melainkan hanya lihat-lihat demo menolak RUU bermasalah pada Rabu (25/9) di Slipi, Jakarta Barat.

Saat itu, kerusuhan pecah selepas magrib. “Bukan demo dia. Kata temannya, dia pengen lihat demo,” kata Rosminah sebelumnya.

Rosminah sebelumnya tak tahu-menahu bahwa anaknya pergi ke area demonstrasi. Akbar juga ternyata tidak membawa identitas ketika meninggalkan rumah. Ketika Akbar tak kunjung pulang, dia mendapat kabar bahwa anaknya itu terlihat saat kerusuhan seusai demo.

Ia dan keluarganya mencari Akbar ke Polda Metro Jaya dan ke Polres Jakbar tapi tidak menemukan keberadaannya. Hingga akhirnya, mereka sempat mendapat kabar bahwa Akbar ada di RS Pelni. Setelah itu, ternyata Akbar sudah dipindahkan ke RS Polri.

“Akhirnya kita ke RS Polri Kramat Jati. Jam 1 malam nggak diizinin kita ketemu. Besoknya lagi kita ke sana, baru kita izin, boleh masuk. Ternyata itu memang kita lihat dari atas ke bawah, mukanya sudah kagak menyerupai anak saya sendiri. Ya saya bingung orang tuanya juga ya. Akhirnya saya lihat tandanya. Ada di kaki ini (kiri). Tanda knalpot,” kata Rosminah.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *