SBY Minta Kader Demokrat Selalu Dekat dengan Rakyat

  • Whatsapp
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato saat menutup rapat kerja daerah (Rakerda) Partai Demokrat Jawa Timur di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (25/2). Dalam kesempatan itu Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan seluruh organ partai mulai tingkat DPD, DPC, PAC, ranting dan sayap organisasi untuk bersinergi penuh memenangkan pasangan calon yang diusung dalam pilkada serentak 2018. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/kye/17

INDOPOLITIKA.COM – Pendiri Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kepada seluruh kader Demokrat untuk selau dekat dengan rakyat.

Menurut mantan Presiden RI ke-6 itu mendengarkan dan memperjuangkan kepentingan rakyat adalah jati diri Partai Demokrat.

Berita Lainnya

Hal itu disampaikan SBY dalam sambutannya saat menerima lifetime achievement untuk sang istri Ani Yudhoyono sekaligus peringatan HUT ke-20 tahun Partai Demokrat, yang digelar secara daring pada Kamis (9/9/2021).

“Dengarkan aspirasi mereka (rakyat) dan perjuangkan. Itulah jati diri Partai Demokrat,” tegas SBY.

Kemudian, SBY juga meminta pemimpin dan kader Demokrat konsisten peka dan peduli terhadap rakyat, terutama masalah ekonomi.

“Contohnya, baik di dalam maupun di luar pemerintahan, harus menghormati demokrasi, HAM, dan memperjuangkan kepentingan rakyat, utamanya golongan tidak mampu, serta membuat ekonomi adil,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sambutannya banyak mengulas kesuksesan SBY selama 10 tahun memimpin Indonesia.

“SBY bersama pemerintahannya berhasil menjaga stabilitas politik dan keamanan, membayar hutang kepada IMF, dan menurunkan rasio hutang luar negeri terhadap PDB,” katanya.

“Kita tahu rasio hutang kita terhadap PDB sekarang. (Saat itu) ekonomi tumbuh rata-rata 6%. Meskipun dunia menghadapi krisis ekonomi global 2008,” imbuhnya.

Pria kelahiran 1977 itu mengklaim, pada masa SBY juga dilakukan berbagai pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Pembangunan itu tanpa mengorbankan pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.

“Pendapatan masyarakat ketika itu meningkat secara signifikan. Angka kemiskinan, ketimpangan (sosial) dan pengangguran dapat ditekan,” tegasnya.[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *