INDOPOLITIKASDN Rancabango IV Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Expo Education bertema “Pasar Sehat, Anak Hebat” pada Senin (15/12/2025). Kegiatan ini merupakan implementasi dari delapan dimensi profil lulusan yang dikemas dalam bentuk kegiatan kokurikuler kewirausahaan.

Kepala Sekolah SDN Rancabango IV, Iwan Ruswandi Isman menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini para siswa dilatih untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta kemampuan berkolaborasi. Dalam Expo Education tersebut, siswa diajak mengolah bahan pangan lokal seperti singkong dan ubi menjadi berbagai produk makanan, sekaligus dilatih untuk memasarkan hasil olahannya secara langsung.

“Melalui kegiatan kewirausahaan ini, kami ingin menanamkan karakter kreatif, mandiri, dan kolaboratif kepada peserta didik sejak dini,” ujar Iwan Ruswandi Isman.

Ia menambahkan, kegiatan kokurikuler seperti Expo Education ini direncanakan menjadi program rutin yang akan dilaksanakan setiap semester, dengan tema yang disesuaikan agar pembelajaran semakin kontekstual dan menarik bagi siswa.

Selain kegiatan kewirausahaan, panitia juga menyelenggarakan pentas seni dan budaya yang menampilkan berbagai kreativitas siswa. Acara semakin meriah dengan kehadiran pendongeng yang bekerja sama dengan Yakesma, serta lapak baca dari Perpustakaan Desa Rajeg yang memberikan ruang literasi bagi anak-anak.

Antusiasme terlihat dari siswa maupun orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menikmati penampilan seni dan dongeng di atas panggung, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan pasar siswa, terbukti seluruh jajanan yang dijual habis terjual.

Kegiatan Expo Education ini terselenggara berkat kolaborasi yang solid antara guru SDN Rancabango IV dan para orang tua siswa, sebagai wujud sinergi dalam mendukung pendidikan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.

Rustam menambahkan, bahwa kegiatan Expo Education menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena menggabungkan teori dan praktik secara langsung. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami proses kerja sama, tanggung jawab, serta komunikasi saat berinteraksi dengan pembeli.

“Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka belajar menghitung, melayani pembeli, dan bekerja sama dalam tim. Ini menjadi pengalaman berharga yang tidak mereka dapatkan hanya dari pembelajaran di dalam kelas,” ujar Rustam.(Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com