Sebanyak 42 Narapidana Dapat Remisi Perayaan Tahun Baru Imlek

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM– Sebanyak 42 orang narapidana pemeluk agama Konghucu di Seluruh Indonesia mendapatkan remisi perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571, hari ini Sabtu, 25 Januari 2020.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan remisi ini diberikan sebagai bentuk pemenuhan hak narapidana. Kata dia, ada persyaratan tertentu yang harus dimiliki narapidana untuk mendapatkan remisi.

Baca juga:

“Pemberian remisi khusus di Hari Raya Imlek ini merupakan bentuk pemenuhan hak Narapidana, dengan syarat mereka harus sudah mengikuti program pembinaan dan tentu selama menjalani masa pidana tidak melanggar hukum serta kedisiplinan. Yang jelas ini implementasi langsung Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020,” ujar Sri Puguh Budi Utami dalam siaran persnya yang diterima Indopolitika.com.

Puguh mengatakan dari 43 narapidana ada satu orang narapidana yang mendapatkan remisi khusus II atau langsung bebas. Sedangkan, 42 narapidana lainnya mendapat remisi khusus I berupa pengurangan masa pidana yang terdiri dari 10 orang menerima remisi 15 hari, 23 orang menerima remisi satu bulan, 8 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari dan 1 orang mendapat remisi 2 bulan.

Lanjut puguh, penerima remisi tersebut berasal dari sejumlah kantor wilayah Kemenkumham di tingkat provinsi yakni Bangka Belitung, Bali, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengahm, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Riau.

Sementara Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Yunaedi mengatakan, pemberian remisi khusus kali ini menghemat anggaran biaya makan sebesar RP 21.930.000,00 dengan biaya makan per hari rata-rata sebesar Rp 17.000,00 per orang.

Selain itu, proses pemberian remisi berjalan dengan cepat dan transparan karena diselenggarakan secara online dengan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan per 23 Januari 2020, jumlah warga binaan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia mencapai 264.934 orang yang terdiri dari 200.471 orang narapidana, 61.987 orang tahanan dan 2.476 orang anak.

Sementara itu kapasitas hunian hanya sebesar 131.332 orang. Dari jumlah tersebut narapidana yang beragama Konghucu berjumlah 70 orang.[pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *