Daerah

Sebelum Terjaring OTT KPK, Nurdin Basirun Pernah Tersandung Kasus Ijazah Palsu

Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebelum pernah berurusan dengan hukum karena ijazah palsu

Nurdin Basirun sontak menjadi perhatian publik, karena menjadi kepala daerah ketiga yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada tahun 2019.

Selain menjabat sebagai Gubernur Kepuluan Riau (Kepri), Nurdin Basirun juga Ketua DPW Partai Nasdem. Perjalanan karir politiknya bisa dibilang mulus, sebelumnya ia menjabat Bupati Karimun dua periode 2006-2015. Pada tahun 2015 menang Pilkada sebagai Wakil Gubernur mendampingi Muhammad Sani.

Nurdin menduduki posisi Gubernur Kepri ketika M. Sani meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta, 8 April 2016. Namun dalam perjalannya Nurdin pernah tersandung kasus ijazah palsu, masalah yang paling menggangu karirnya sebelum terjaring OTT KPK.

Kepalsuan ijazah Nurdin Basirun sempat dikonfirmasi oleh Polda Metro Jaya pada tahun 2015, melalui proses penyelidikan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan polisi memastikan bahwa ijazah sekolah menengah atas tersebut palsu.

“Benar, itu ijazah palsu,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heriawan, Kamis, 19 November 2015.

Setelah lama tidak lagi terdengar, kini Nurdin Basirun harus kembali berhadapan dengan hukum pasca terjaring OTT KPK dugaan kasus suap reklamasi di Kepri pada Rabu (10/7/2019) malam. (TRA)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close