Sebelum Tusuk Polisi, Imam Mustofa Dua Kali Survei Ke Polsek Wonokromo

Dedi mengungkapkan bahwa tersangka sempat melakukan survei dua kali dan pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan aksi amaliyah
  • Whatsapp

INDOPOLITIKA- Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan tersangka tindak pidana terorisme atas nama Imam Mustofa (31) telah melakukan pemantauan terlebih dulu sebelum menusuk anggota Polsek Wonokromo menggunakan senjata tajam.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dedi mengungkapkan bahwa tersangka sempat melakukan survei dua kali dan pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan aksi amaliyah.

Baca Juga:

Kedatangan pertama, diungkapkan Dedi, tersangka berdalih ingin membuat surat keterangan kehilangan dari Polsek Wonokromo. Namun, Imam Mustofa sengaja tidak membawa identitas diri apapun. Sehingga disuruh kembali oleh anggota Polri untuk mengambil identitas dirinya.

“Kemudian yang kedua, dia datang lagi membawa senjata tajam yang disembunyikan. Saat mau buat laporan, dia mengayunkan senjata itu ke petugas dan mengenai tangan anggota yang berjaga,” tutur Dedi, Senin (19/8)

Menurut Dedi, tersangka sengaja berkunjung ke Kantor Polsek Wonokromo untuk memprofiling anggota Polri dan para petugas yang berjaga agar serangannya matang dan tidak sia-sia. “Serangan berhasil ditangkis, meskipun anggota kami terluka, tetapi pelaku berhasil ditangkap hidup-hidup,” pungkasnya.

Dedi mengatakan Polri menetapkan Imam Mustofa sebagai teroris lantaran ditemukannya barang bukti sejumlah buku-buku tentang ISIS, bendera ISIS, dan barang bukti untuk menyerang, serta memperlajari video-video tentang terorisme melalui YouTube.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *