Sebut Petugas KPPS Meninggal Diracun, KPU Tuntut Rahmat Baequni Bertanggung Jawab

  • Whatsapp

Indopolitika.com, JAKARTA–Ustaz Rahmat Baequni menyebut, ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun. Keterangan itu terekam dalam sebuah video berdurasi 2 menit 20 detik.

Dalam video tersebut Baequni mengatakan, ada informasi ditemukan gas dalam tubuh ratusan petugas KPPS yang meninggal. Temuan itu didapati setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga:

“Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diotopsi, tapi dicek di lab forensiknya, ternyata semua yang meninggal ini dalam tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas,” kata Rahmat Baequni, Jumat (19/6).

‎Menurut Baequni, racun itu sengaja diberikan oknum lewat rokok. Zat racun tersebut dimasukkan lewat rokok dan dibagikan ke TPS yang ada.

“Zat racun berupa gas yang dimasukkan ke dalam rokok yang disebar ke setiap TPS,” katanya.

Racun ini menurut Baequni reaksinya cepat. Petugas KPPS yang telah menghisap rokok itu hanya mampu bertahan selama satu hingga dua hari.

Menurut Baequni, meninggalnya petugas KPPS ini akan membuat kesaksian mengenai hal-hal yang terjadi di TPS menjadi sulit. “Jadi, tujuannya apa? Agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menyayangkan. Pramono kecewa, ceramah keagamaan digunakan untuk menyebarkan hoaks.

“Bilang KPPS diracun untuk bungkam saksi kecurangan, orang ini menyebar hoaks dengan bungkus ceramah agama,” tegas Pramono.

Pramono juga menegaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ombudsman RI, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga tidak menemukan kasus ratusan anggota KPPS meninggal karena diracun. Mereka yang meninggal itu disebutkan lantaran kelelahan dan penyakit yang diderita, seperti darah tinggi, jantung, stroke, dan gagal ginjal.

“Dalam laporan mereka tidak ada yang menyebut-nyebut racun sebagai penyebab kematian,” jelasnya.

Oleh sebab itu Pramono menilai pihak kepolisian perlu melakukan pemeriksaan terhadap Ustad Rahmat Baequni. Dia berharap Ustad Rahmat Baequni bisa mempertangungjawabkan ceramahnya.

“Orang ini (Ustad Rahmat Baequni) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (jp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *