Internasional

Sebut Suriname Negara Gagal, Menlu Belanda Dikecam

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok. (Foto: AFP).

Amsterdam: Beberapa politisi dan organisasi pengungsi mengkritik pernyataan Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok yang menyebutkan tak ada masyarakat multikultural yang damai. Dia bahkan mengatakan Suriname sebagai negara yang gagal.

"Beri saya contoh, masyarakat multietnis atau multikultural, di mana penduduk asli masih hidup. dan di mana ada hubungan masyarakat yang damai. Saya tidak melihat satu pun," ungkap Blok dalam program televisi, dilansir dari laman Aljazeera, Kamis 19 Juli 2018.

Dalam acara tersebut, seorang peserta menyebutkan Suriname, negara bekas koloni Belanda. Namun, Blok tidak setuju dan menyanggahnya dengan keras.

"Suriname damai? memiliki aturan hukum dan demokrasi yang berfungsi? Pihak-pihak di Suriname tidak dibagi oleh etnis mereka. Saya mengagumi optimisme Anda, namun Suriname adalah negara gagal dan sebagian besar karena pembagian etnis itu," cetusnya.

Salah seorang penonton lainnya menyebutkan Singapura sebagai contoh. Blok menuturkan, kebijakan imigrasi Singapura sangat ketat dan selektif dalam migrasi.

"Sangat sulit untuk masuk, mereka tidak akan mengizinkan pendatang miskin masuk. Kecuali mungkin untuk menjadi petugas kebersihan," serunya.

Ucapan Blok ini menuai kecaman dari para politisi di dalam negeri dan dari Suriname. Salah satunya Andre Misiekaba, anggota parlemen Suriname yang mengatakan komentar Blok itu kelewat batas karena negaranya memiliki masyarakat multikultur yang kuat.

Suriname berhasil merdeka dari Belanda pada 1975. Banyak warganya yang dibawa penjajah Belanda dari Pulau Jawa. Hal ini menyebabkan bahasa Jawa menjadi salah satu yang digunakan di negara tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close