Sejarah Baru, Mahkamah Agung Bebaskan Terpidana Korupsi BLBI

Kantor Mahkamah Agung (ist)

Untuk pertama kalinya terpidana korupsi bisa bebas di Indonesia seusai mendapatkan vonis, terpidana korupsi Sjafruddin Arsyad Temengung kasasinya di terima Mahkamah Agung (MA) dari 15 tahun penjara menjadi bebas murni.

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) tersebut sebelumnya di vonis bersalah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan hukuman 13 tahun penjara, setelah banding menjadi 15 tahun penjara.

Keputusan MA mengagetkan banyak pihak, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut banyak kejanggalan dalam putusan bebas tersebut. Diantaranya tiga Hakim MA mempunyai pendapat yang berbeda satu sama lain.

“Kita kaget dengan putusan Mahkamah Agung yang berbeda dengan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tipikor, selanjutnya KPK akan mengkaji upaya hukum lanjutan,” komentar Wakil Ketua KPK Laode Syarif pada awak media.

Mahkamah Agung (MA) menyilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan peninjauan kembali putusan hakim terkait putusan lepas terdakwa kasus korupsi surat keterangan lunas BLBI Syafruddin Arsyad Temenggung. MA pun siap memroses permohonan tersebut.

“Silakan saja. Itu kan haknya setiap warga negara, untuk mengajukan upaya hukum. Mahkamah Agung akan menerima, memeriksa serta mengadili,” kata Karo Hukum dan Humas MA Abdullah di Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (9/7/2019).


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.