Sejarawan Bekasi Dukung Kota Bekasi Gabung ke DKI Jakarta

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA – Sejarawan Bekasi, Ali Anwar mengatakan, dilihat dari aspek sosial, budaya dan ekonomi Kota Bekasi lebih baik bergabung dengan DKI Jakarta. “Kultur Bekasi dengan Jawa Barat berbeda. Namun, Bekasi lebih identik dengan DKI Jakarta, dalam hal apapun sama,” kata Ali.

Ali menilai Jawa Barat juga secara ekonomi kurang bagus, ditambah secara kultur juga berbeda. Sebab, Jawa Barat lebih cenderung kesundaan, sementara Bekasi lebih cenderung Betawi. “Secara historisnya Bekasi juga lebih ke Jakarta. Sehingga, persoalan Kota Bekasi bisa teratasi dengan penambahan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta,” ucapnya.

Baca Juga:

Hal senada diungkapkan Fraksi PKS (F-PKS) DPRD Kota Bekasi. Ketua F-PKS DPRD Kota Bekasi, Choiruman Juwono Putro menyerahkan sepenuhnya tawaran bergabung Kota Bekasi menjadi bagian DKI Jakarta kepada masyarakat Kota Patriot.

Namun, secara pribadi, Chairuman lebih cenderung agar Kota Bekasi masuk menjadi bagian DKI Jakarta ketimbang Jawa Barat. “Ketergantungan dan keterikatan antara Kota Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta lebih besar. Seperti pada persoalan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, transportasi dan pertumbuhan perkotaan. Itu hampir semuanya itu merupakan subkoordinasi dari DKI,” kata Chairuman pada wartawan INDOPOLITIKA, Senin (19/8).

Contoh lain, lanjut dia, konteks penanganan keamanan, karena Bekasi masuk dalam Polda Metro Jaya. Kemudian bantuan keuangan provinsi, DKI lebih besar memberikan bantuan dibandingkan Jawa Barat, pada tahun lalu saja bantuan dari DKI bisa sekitar Rp 500 miliar, dari Jawa Barat Rp 100 miliar paling mencapai Rp 20-30 miliar.

Artinya, impact keuangan DKI sebagai daerah perbatasan lebih besar dibandingkan Jawa Barat. Untuk itu, Choiruman mengaku, sistem pemerintahan tentunya harus menyesuaikan kondisi politik di Kota Bekasi jika nantinya bergabung dengan DKI Jakarta. Artinya, Kota Bekasi tetap melangsungkan proses pemilihan wali kota dan wakil wali Kota serta anggota DPRD. “Biarpun gabung DKI, Bekasi tetap berbeda,” ucapnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *