Pemerintahan

Sejumlah Menteri Jadi Caleg, Seskab: Saya, Mendagri, dan Menteri Lain Tidak Memungkinkan

Seskab menjawab pertanyaan wartawan, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (17/7). (Foto: Humas/Rahmat)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui sejumlah menteri Kabinet Kerja telah secara resmi mengajukan permohonan untuk maju menjadi calon anggota legislatif (Caleg), dan telah diizinkan oleh Presiden.

Namun demikian, sejumlah menteri termasuk dirinya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) karena tugasnya sehari-hari melekat pada Presiden tidak memungkinkan untuk ditinggalkan (menjadi Caleg, red). 

“Kemudian juga, Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan itu adalah portofolio yang susah ditinggalkan,” kata Seskab kepada wartawan, di ruang kerjanya Gedung III Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Selasa (17/7) siang.

Mengenai menteri-menteri yang maju menjadi Caleg itu, Seskab mengakui, beberapa menteri akan menjadi pengumpul suara, votegetter bagi partai yang bersangkutan.  Ia menunjuk contoh Menko PMK Puan Maharani di daerah pemilihan (dapil) Solo.

“Suara Mbak Puan pada waktu Pileg yang lalu itu hampir 400.000, artinya kan 2 kursi sendiri. Sehingga kalau kemudian tidak maju, suara itu akan sangat disayangkan,” terang Seskab.

Beberapa menteri yang lain, sambung Seskab, kebetulan dari PKB itu ada 3 (tiga), kemudian Nasdem tidak ada, PPP antara ya atau tidak karena Menteri Agama sendiri sedang konsentrasi untuk haji. Itulah beberapa menteri yang memang mencalonkan.

Mengenai Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi, Seskab Pramono Anung mengatakan, bahwa yang bersangkutan telah meminta izin dari Presiden, dan Presiden telah memberikan izin karena Johan Budi akan maju dari PDI Perjuangan.

Sabtu-Minggu

Menurut Seskab, Presiden Jokowi telah memberikan arahan bagi siapapun menteri yang akan maju (untuk) tetap memprioritaskan tugas-tugas utamanya dan mereka diizinkan untuk melakukan sosialisasi di dapil masing-masing hanya pada saat Sabtu-Minggu sehingga tidak mempengaruhi kerja yang bersangkutan.

Kenapa menteri itu Sabtu-Minggu cukup, menurut Seskab, karena mereka kebanyakan sudah dikenal di dapilnya, apalagi yang maju ini sebelumnya juga  pernah maju di periode sebelumnya. Bahkan ada yang sudah 3 kali, 2 kali, minimum.

“Sehingga dengan demikian, seperti kalau diinternal PDI Perjuangan, seperti Mbak Puan, Pak Yasonna Laoly (Menkumham), itu memang diizinkan,” ujar Seskab.

Soal menteri yang maju menjadi Caleg itu, diyakini Seskab Pramono Anung sudah menjadi hal yang biasa karena undang-undang mengatur hanya dengan cuti sehingga tidak akan mempengaruhi performance, kinerja, dan tanggung jawab.

Apalagi, sambung Seskab, sekarang sudah memasuki pekerjaan yang di akhir dari pemerintahan ini, 1 satu tahun ke depan, sehingga performance itu malah harus ditingkatkan lebih baik.

Seskab juga meyakini, para menteri yang maju menjadi Caleg itu tidak akan mengklaim program-program pemerintah.

“Tentunya ada batasannya ya. Karena menteri yang akan maju ini kan porto folionya terus terang misalnya Menkumham, apa yang mau diklaim kan? Masak mau diklaim urusan lapas, kan tidak bisa,” ucap Seskab seraya menambahkan, yang ada adalah ya sekarang tinggal jaringan, performance dari masing-masing menteri untuk bisa menjadi pendulang suara. (FID/RAH/JAY/ES)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close