Sejumlah Permukiman di Kota Bekasi Sudah di Lockdown Parsial

  • Whatsapp
salah satu jalanan di Bekasi yang sudah di-lockdown warga

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Pusat memutuskan untuk tidak menerapkan karantina wilayah atau lockdown dalam menanggulangi pandemi virus Corona. Sebagai gantinya, pemerintah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Akan tetapi, warga Kota Bekasi ternyata sudah lebih dahulu menerapkan apa yang disebut karantina wilayah mandiri atau lockdown parsial di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Bacaan Lainnya

Salah satu permukiman yang menerapkan lockdown parsial (atau lockdown mandiri) adalah Kampung Jaha, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Akses masuk di lingkungan itu dibuat satu pintu, sehingga akses keluar-masuk dapat dipantau oleh warga yang berjaga di posko.

Ketua RW 11, Samsudin Panji (48), mengatakan dari 12 akses di wilayahnya tersebut hanya terdapat satu akses yang dibuka dengan penjagaan cukup ketat, dengan melakukan pengecekan suhu tubuh dan juga penyemprotan disinfektan sebelum masuk ke wilayahnya.

“Penutupan sendiri dari tanggal 25 Maret kemarin sampai tanggal 8 April. Jika belum aman kita perpanjang. Penjagaan sendiri dilakukan oleh para Karang Taruna yang ada di sini, 24 jam mereka jaga secara bergantian,” ujar Samsudin, Selasa (31/3/2020).

Tindakan yang sama dilakukan warga Kavling Tegal Perintis, Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara. Di luar warga Kavling, tidak boleh masuk.

“Penutupan sendiri dari tanggal 22 kemarin. Kita menutup akses bagi ojek, pengantar paket hanya sampai pos satpam disini dan nantinya di jemput oleh penerimanya,” jelas Deni Samsudin (46), petugas satpam lingkungan setempat.

Warga kavling itu juga sudah jarang beraktivitas ke luar kalau tidak ada keperluan mendesak. “Ada aja yang keluar, namun yang ada keperluan mendesak saja. Selebihnya di lingkungan aja,” tambahnya.

Perumahan Villa Mas Garden di Perwira, Bekasi Utara, pun menerapkan lockdown parsial. Gerbang utama ditutup dan spanduk pemberitahuan dipasang untuk warga setempat. “Sejak tanggal 24 Maret 2020 kita memberlakukan satu pintu yang ada di Jalan Raya Kaliabang tengah,” ucap Ketua RW 10, Tobirin.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *