Internasional

Sekjen PBB Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters

Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone. (Foto: AFP)

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres meminta Pemerintah Myanmar agar membebaskan dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo yang dipenjara masing-masing selama tujuh tahun.

Hukuman ini dijatuhkan karena Myanmar menganggap mereka membocorkan rahasia negara, di mana saat mereka ditangkap, mereka sedang membuat penyelidikan terkait pembantaian di Rakhine.

"Hukuman ini tidak dapat diterima. Mereka dipenjara namun tidak bersalah. Hal ini seharusnya tidak terjadi. Myanmar harus membebaskan mereka secepat mungkin," kata Guterres, dikutip dari AFP, Jumat 21 September 2018.

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi yang semula diam, akhirnya angkat bicara. Ia mengklaim dua wartawan tersebut dihukum bukan karena pekerjaan mereka, tetapi karena mereka melanggar hukum.

"Mereka tidak dipenjara karena mereka wartawan, tetapi karena pengadilan memutuskan bahwa mereka melanggar undang-undang," ucap Suu Kyi.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo membantah tudingan itu. Mereka bersikeras bahwa mereka dipenjara karena mengekspos pembantaian di Rakhine, tahun lalu.

Kasus ini pun memicu kecaman internasional dan dilihat sebagai upaya Myanmar memberangus kebebasan pers, terutama pemberitaan soal Rakhine dan Rohingya. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close