Sekjen PKS Soal Ferdy Sambo Tersangka: Langkah Tepat Penguatan ‘Public Trust’ Institusi Kepolisian

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboebakar Alhabsy/ist

INDOPOLITIKA.COM – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboebakar Alhabsy turut memberikan respons usai Irjen Pol Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J.

Menurut pria yang akrab disapa Habib Aboe ini, penetapan tersebut merupakan langkah maju penanganan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat adalah bentuk upaya Polri yang berusaha bekerja secara profesional, tentunya patut untuk diapresiasi.

“Saya melihat Kapolri terus mengawal proses pro justicia dengan baik dan menyampaikan ke publik secara terbuka. Hal ini sesuai arahan yang diberikan oleh Presiden,” terang Sekjen DPP PKS ini.

Adanya 25 personel yang diproses secara etik, lanjutnya, menunjukkan keseriusan penanganan perkara ini secara tegak lurus.

“Ini langkah baik untuk penguatan public trust, sehingga institusi Polri akan semakin kuat,” tegas Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan ini mengakhiri.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan mengusut tuntas kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J secara akuntabel, jujur, terbuka, dan transparan. Hal itu sesuai harapan masyarakat dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Harapan Bapak Presiden jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Listyo di Jakarta, Rabu, (10/8/2022).

Dia mengakui tim khusus (timsus) bentukannya menemukan hambatan dalam proses penyidikan. Hambatan itu terjadi karena adanya penghilangan barang bukti oleh anggota Polri. Dia meminta timsus memeriksa mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo untuk menggali terkait perintah menghilangkan bukti tersebut.

“Terkait dengan hambatan upaya untuk menghilangkan barang bukti saya minta kepada timsus lakukan pemeriksaan terhadap saudara FS apakah ada perintah dari yang bersangkutan dan segera laporkan hasilnya,” ungkap mantan Kabareskrim Polri itu.

Timsus juga diminta bekerja keras, profesional, akuntabel, dan mengedepankan scientific crime investigation dalam penyidikan. Sebab, kata dia, Polri akan mempertanggung jawabkan kasus yang menjadi perhatian publik itu.

“Dan harapan kita semua kasus ini bisa segera tuntas dan segera bisa kita limpahkan ke Kejaksaan untuk segera bisa diproses sidang,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Keempatnya ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE), Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo.

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.