Sekjen Tekankan Pentingnya Inovasi di Lingkungan Kemendagri

  • Whatsapp
Sekjen Kemendagri

INDOPOLITIKA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo menekankan pentingnya inovasi di lingkungan Kemendagri. Menurutnya, inovasi merupakan tuntutan dan kebutuhan mutlak di era digital seperti sekarang ini.

“Inovasi adalah tuntutan kebutuhan di era sekarang, yakni globalisasi serta revolusi industri, kemudian yang lebih khusus juga kebutuhan kita di dalam era digitalisasi,”kata Hadi di Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Kamis (5/9).

Baca Juga:

Dalam kaitannya, Hadi mencontohkan tentang inovasi yang dilakukan Ditjen Dukcapil mengenai inovasi yang memberikan solusi agar masyarakat mendapatkan kemudahan mengurus akta kelahiran, yakni Supertajam. Ia juga meminta agar inovasi harus memiliki output yang jelas dan terukur.

“Kaitannya dengan inovasi, misalnya Dukcapil ada Supertajam. Dengan pemanfaatan digital tersebut sekarang pelayanan KTP-el dan juga akta kelahiran, akta kematian, akta perceraian ini cukup diselesaikan satu jam sampai dua jam dalam satu hari. Ukurannya jelas. Jadi jangan sampai kita bicara inovasi tapi output dan outcome-nya tidak terlihat,” ujarnya.

Hadi berharap inovasi harus diukur dengan output yang jelas sehingga dibutuhkan sinkronisasi dan evaluasi. Dengan demikian, peluang dan tantangan akan mampu dioptimalkan dengan sebaik-baiknya.

“Saya harapkan inovasi ini harus ada output atau outcome-nya, tapi yang penting outcome-nya. Juga lakukan evalusi kemudian sinkronisasi baik dengan Kementerian/Lembaga dan sosialisaikan ke daerah, karena tuntutan kita sudah tinggi. Kalau kita tidak mau digitalisasi ya kita akan ketinggalan,” imbuhnya.

Dalam kesempatannya, Hadi juga menekankan adanya transparansi, akuntabilitas, perencanaan serta pertanggungjawaban. Transparansi merupakan bagian dari pertanggungjawaban sebagai penyelenggara negara.

“Tentunya juga adalah transparansi dan akuntabilitas. Kita bangun suatu alur pemikiran dari proses hulu sampai hilir, dari proses perencanaan sampai proses pertanggungjawaban sampai dengan opini,” tutupnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *