Internasional

Sekolah Islam Xinjiang Tawarkan Pelatihan Anti-Ekstremisme untuk Imam

Ilustrasi sekolah Islam. (Foto: AFP).

Xinjiang: Sebuah lembaga pelatihan Islam terbesar di daerah otonomi Uighur Xinjiang, di Tiongkok menawarkan pelatihan anti-ekstremisme kepada para Imam. Sekolah ini berkomitmen melatif tokoh agama dengan sifat politik dan moral yang benar.

Tujuannya untuk menegakkan stabilitas sosial dan persatuan etnis.

"Ini termasuk kuliah tentang hukum, laporan Komite Nasional Partai Komunis Tiongkok (CPC) ke-19 dan Pemilikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok untuk Era Baru," ucap Kepala Komite CPC Institut Islam di Xinjiang Elijan Anayit, dilansir dari laman Sputnik, Kamis 2 Agustus 2018.

Sekolah ini mulai merekrut siswa dari 1987 dan telah membantu melatih staf agama, termasuk imam untuk masjid. Terlihat spanduk-spanduk yang merupakan ungkapan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato-pidatonya.

"Kesatuan etnis untuk bersatu ada di mata kita," demikian salah satu ungkapannya.

Elijan menambahkan ada kursus mengenai doktrin agama di sekolah menekankan perdamaian dan solidaritas. Dia juga menambahkan ekstremisme mendistorsi doktrin Islam dan anti-manusia serta anti-masyarakat.

"Ada tiga kekuatan jahat, ekstremisme, separatisme dan terorisme. Mereka mencoba mempengaruhi para siswa. Itu sebabnya lembaga tersebut telah memperkuat upaya untuk meningkatkan kekebalan siswa dari kekuatan jahat," tukasnya.

Dia mengatakan telah berulang kali menekankan kepada para siswa bahwa mereka adalah warga negara Tiongkok. "Kita harus mencintai negara kita terlebih dahulu dan bahwa tiga kekuatan ingin memisahkan kita serta menyabotase persatuan etnis," imbuh dia.

Selain mendidik staf agama, insititut itu juga membantu orang asing belajar mengenai kebijakan etnis dan agama di Tiongkok.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close