Internasional

Sekutu Trump jadi Pengacara Tokoh Utama Skandal 1MDB

Mantan Gubernur New Jersey Chris Christie. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Tokoh utama yang diduga terlibat dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Jho Low dikabarkan menyewa pengacara asal Amerika Serikat (AS).

Tak tanggung-tanggung, pengacara ini adalah Chris Christie, mantan Gubernur New Jersey yang juga mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik pada 2016, dan akhirnya mendukung pencalonan Presiden AS Donald Trump.

"Christie mewakili Jho Low dalam kasus penyitaan perdata yang diajukan ke kantor jaksa AS di Los Angeles," kata juru bicara Christie, Pete Sheridan, dikutip dari The Star, Kamis 30 Agustus 2018.

Sementara itu, juru bicara dari perusahaan, Mike Geller mengatakan, bahwa semua klien sama dan pengacara berhak membela kepentingan klien.

Baca: Tokoh Kunci Mega-Korupsi di Malaysia Diduga Tinggal di Indonesia

Selain firma hukum milik Christie, Jho Low juga dikabarkan menyewa pengacara dari firma hukum King&Spalding yang berkantor di Washington DC.

"Kami mengonfirmasi bahwa Jho Low memang menyewa pengacara dari King&Spalding untuk membelanya di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung," tulis pernyataan dari firma hukum ternama itu.

Sementara itu, surat penangkapan kembali dikeluarkan Polisi Malaysia untuk Jho Low. Tak hanya Jho Low, kini ayahnya yang bernama Larry Low Hock Peng juga diburu. 

Baca: Polisi Malaysia Keluarkan Surat Penangkapan Tokoh Kunci 1MDB

Larry dituding melakukan pencucian uang sebesar USD457 juta dalam transfer tunai antara tahun 2013 hingga 2014. Hasil pencucian uang tersebut diduga untuk membeli yacht yang pernah singgah di Indonesia. 

Low, dikenal sebagai rekan dekat dari mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Bahkan kabarnya, Low sempat mendapat perlindungan khusus saat Najib masih menjabat sebagai PM.

Low juga kabarnya sempat mencari perlindungan ke Thailand, Macau, Uni Emirat Arab serta beberapa negara lain yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Malaysia.

Setidaknya 4,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp70,5 miliar (kurs Rp14,692 per USD) diselewengkan dari 1MDB termasuk melalui sistem keuangan Amerika Serikat. Selain itu, dana korupsi tersebut mengalir ke rekening pribadi Najib. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close