Selain Telkom, Erick Thohir juga ‘Ancam’ Keberadaan Kampus-Kampus Milik BUMN

  • Whatsapp
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

INDOPOLITIKA.COM – Setelah menyentil PT Telkom karena sebagian besar pendapatan perusahaan itu hanya berasal dari anak perusahaannya, yakni Telkomsel. Menteri BUMN Erick Thohir juga menyoroti perusahaan-perusahaan negara yang merambah sektor pendidikan dengan mendirikan perguruan tinggi.

Erick Thohir saat ini tengah mengkaji beberapa model bisnis dari perusahaan pelat merah. Menurut dia, nantinya perusahaan BUMN akan ada yang berfokus ke bisnis dan ada juga yang berfokus menjalankan program pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Di Indonesia, public service itu penting, makanya kita mapping mana BUMN yang masuk dalam klaster bisnis banget, misal Telkomsel. Ada juga klaster yang harus berbisnis, tapi juga ada subsidi kayak PLN, Pertamina, dan Bank BRI yang ditugaskan KUR,” ucap dia.

Kemudian, Erick juga menyoroti Telkom yang kurang fokus pada lini bisnis utamanya. Bahkan, BUMN telekomunikasi ini sampai mengurusi masalah pendidikan dengan mendirikan perguruan tinggi swasta sendiri.

Dia menyebutkan, urusan pendidikan seharusnya biarlah diserahkan pada perguruan tinggi yang sudah ada, baik negeri maupun swasta, sehingga BUMN fokus pada lini bisnis utamanya masing-masing.

“Saya sedang review apa benar BUMN punya universitas-universitas. Karena wong bersaing di bisnisnya saja belum tentu survive, apalagi jalankan sesuatu yang bukan expertise-nya,” ucap Erick Thohir.

Selain itu, lanjut Erick, dirinya juga tengah mengkaji universitas-universitas milik perusahaan BUMN. Sebagai informasi, dari sekian banyak deretan kampus milik BUMN, Telkom bisa dibilang mempunyai perguruan tinggi yang paling komplet dan besar skalanya, baik jumlah jurusan maupun mahasiswanya.

Letak kampus yang didirikan Telkom berada di Kota Bandung. Dikenal lama sebagai STT Telkom, perguruan tinggi ini kini melakukan re-branding menjadi Telkom University atau Tel-U.

Perguruan tinggi yang masuk jajaran kampus swasta elite ini dibangun sejak era Direktur Utama Telkom Cacuk Sudarijanto tahun 1990. Saat ini Tel-U yang dipimpin rektor Prof. Adiwijaya ini memiliki 800 dosen tenaga pengajar dengan jumlah mahasiswa sebanyak 28.789.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, kalaupun ingin mencetak SDM unggul yang bisa dipakai perusahaan, hal itu bisa dikerjasamakan dengan perguruan tinggi yang sudah ada.

“Kerja sama saja dengan universitas, misalnya Pertamina dengan ITB atau PLN dengan IT, supaya semua masuk ke core bisnis. Coba dipikirkan agar dikelola dengan baik biar lebih profesional,” kata Arya.

Selain Telkom, beberapa BUMN lain yang merambah segmen pendidikan dengan mendirikan kampus diantaranya adalah PT. Pertamina (Persero) mendirikan kampus Pertamina University. Dibuka tahun 2016, kampus ini dioperasikan oleh Pertamina Foundation dengan 6 fakultas dan 15 program studi dengan jumlah staf pengajar dan pendukung sebanyak 255 orang.

Sementara itu, PT. Pos Indonesia mendirikan Politeknik Pos Indonesia. Didirikan oleh Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) pada tahun 2001. Kampus ini memiliki 5 program studi yang terbagi menjadi Diploma 3 dan Diploma 4 yaitu, Logistik Bisnis, Manajemen Bisnis, Teknik Informatika, Manajemen Infomatika, dan Akuntansi.

Tak mau kalah, PT PLN (Persero) di bawah Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN pada tahun 1998 membuka Sekolah Tinggi Teknik – PLN atau STT-PLN. Fakultas dan jurusan di kampus ini banyak berfokus pada ilmu terapan teknik bidang kelistrikan dan keilmuan lain yang terkait.

Selain itu, Semen Indonesia Group juga mendirikan Universitas Internasional Semen Indonesia atau UISI. UISI mengkhususkan kurikulumnya pada inovasi dan keselamatan kesehatan kerja. Aspek itu diantaranya Tata Kelola Perusahaan yang baik, Pengembangan Teknologi Informasi, Teknologi Semen, Logistik dan Distribusi, UKM Pengembangan Masyarakat dan Ex-Mining Farming Project.

Di sektor perbankan ada BRI yang memiliki perguruan tinggi sendiri. BRI mendirikan BRI Institute. Lulusan dari kampus ini diharapkan menguasai keahlian di bidang keuangan mikro, asuransi, syariah, perbankan digital, dan kewirausahaan. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *