Selamat Senin Pak Jokowi, Neh Ada yang Bisa Dibubarkan #BubarkanKPAI

  • Whatsapp
Cuitan Tweepers menyertakan link sebuah berita.

INDOPOLITIKA- Jagat Twitter panas. Hingga Senin (9/9), Tagar#bubarkanKPAI dan #PBDjarumJanganPamit menjadi topik yang paling banyak dibicarakan para tweepers (sebutan untuk pengguna twitter). Kedua tagar tersebut menempati 10 besar topik terpopuler di Indonesia dengan lebih dari belasan ribu cuitan. Bahkan dalam empat jam terakhir, hastag#BubarkanKPAI, ada 24 ribu cuitan.

Tak ketinggalan, legenda Bulutangkis Indonesia, Susi Susanti tak ketinggalan membagikan link berita media ke wallnya. Mayoritas cuitan mengungkapkan kekecewaan terhadap KPAI. Pasalnya, semua tudingan tersebut dinilai tidak berdasar.

Baca Juga:

Sementara, keputusan PB Djarum untuk memberhentikan audisi pun membuat mayoritas warganet bersedih. Pasalnya, gelaran ini telah menghasilkan banyak atlet bulutangkis yang berprestasi di kancah nasional hingga internasional.

Salah satu netijen, Eko Kuntadhi mencuitkan, PB Djarum sudah mengalah tapi KPAI menolak. KPAI sepertinya lebih menghargai anak-anak yang teriak bunuh dalam karnaval ketimbang dididik berprestasi. “KPAI digaji Negara, malah menghancurkan dunia bulutangkis,” tulisnya.

 

Sementara akun NEG@negativisme mencuitkan, selamat Senin Pak@Jokowi, sekadar mengingatkan, dan sepertinya lembaga yang harus dibubarkan sudah ada#bubarkanKPAI.

“50 tahun sudah PB Djarum berkontribusi untuk negeri dibidang bulutangkis, entah sudah berapa banyak atlet jebolan PB Djarum yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tapi kini PB Djarum dituduh mengeksploitasi anak.#BubarkanKPAI,” tulis@yusf_dumdum.

 

Akun lainya menuliskan, KPAI lahir 2002 dan tidak ada prestasinya untuk kebaikan bangsa, kebalikan dengan PB Djarum.#BubarkanKPAI,” cuit @Tuti705

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menepis pemberitaan mengenai tudingan KPAI melalukan pemberhentian terhadap Audisi Beasiswa Djarum Foundation. Menurut dia, KPAI mendukung upaya Djarum dalam penggalian bibit atlet nasional, namun dengan beberapa catatan.

“Kita tidak ada kata pembubaran audisi, bahasa itu keluar dari Djarum Foundation yang tentu kita tidak punya kewenangan lanjut atau stop kegiatan audisi,” ucap Susanto saat dihubungi Indopolitika.com, Senin (9/9).[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *