Selangkah Lagi Pangeran Arab Saudi Beli Klub Liga Inggris Newcastle United

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman dikabarkan selangkah lagi bakal menguasai saham mayoritas klub Liga Inggris Newcastle United. Sempat gagal, kini seperti dilansir BBC, proses pembelian saham Newcastle bakal segera rampung.

Di musim panas Juli 2020 lalu, heboh pemberitaan soal Pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman lewat perusahaan konsorsiumnya, Public Investment Fund (PIF) mau membeli atau mengakuisisi klub Liga Inggris, Newcastle United.

Berita Lainnya

Bahkan Perusahaan itu pun telah mengajukan tawaran 300 juta poundsterling untuk memiliki 80 persen saham The Magpies.

Apa daya, ketika itu muncul masalah berlarut-larut. Dari soal hak siar, yang mana di kawasan Timur Tengah dipegang beIN Sport, sampai masalah tuduhan hak asasi manusia pada negara Arab Saudi.

Situasi tersebut membuat operator Premier League dan pemerintah Inggris tidak merestui pembelian saham Newcastle United.

Namun kini, pembelian saham Newcastle United oleh Public Investment Fund dikabarkan hampir rampung. Bahkan, proses pembelian saham Newcastle akan tuntas dalam beberapa jam ke depan.

Soal hak siar, Arab Saudi dikabarkan sudah lepas dari beIN Sport selaku pemegang hak siar sepakbola di kawasan Timur Tengah. Terkait masalah hak siar ini, Arab Saudi bakal langsung menghadap pihak Premier League.

Nantinya, PIF akan mengucurkan dana 300 juta poundsterling atau sekitar 5,7 triliun untuk membeli 80 persen saham The Magpies.

PIF sendiri menegaskan, kalau dana untuk membeli saham Newcastle United bukanlah memakai uang kas negara Arab Saudi. Pun ke depannya, Newcastle akan dikelola secara profesional.

Keputusan Public Investment Fund membeli saham Newcastle mendapat dukungan dari suporter. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada Selasa (5/10/2021), 93 persen fans Newcastle mendukung pengambil alihan saham tersebut.

Pendukung The Magpies merasa bosan dengan kepemimpinan Mike Ashley. Suporter ingin Mike segera angkat kaki, setelah 14 tahun memimpin Newcastle United.

Sangat dimaklumi para pendukung The Magpies sangat antusias dengan rencana tersebut. Mereka berharap tim kesayangannya berubah jadi tim papan atas.

Tak ayal, sudah banyak penguasa dari Timur Tengah yang bermain di liga top Eropa. Di Liga Inggris, misalnya, Manchester City sudah bertransformasi sebagai tim juara setelah diakuisisi oleh salah seorang anggota kerajaan UEA sekaligus pengusaha tajir, Sheikh Mansour, di tahun 2008.[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *