Internasional

Seorang Wanita Mengaku Nyaris Diperkosa Calon Hakim Agung AS

Calon hakim agung AS, Brett Cavanaugh. (Foto: AFP/Getty)

Washington: Seorang wanita mengaku pernah diserang secara seksual dan nyaris diperkosa oleh Brett Kavanaugh, calon hakim agung Amerika Serikat.

Christine Blasey Ford berkata kepada kantor berita Washington Post bahwa Kavanaugh pernah memitingnya ke tempat tidur dan mencoba menanggalkan pakaiannya ketika mereka berdua masih remaja.

Kavanaugh membantah tuduhan itu. ketika pertama kali muncul di media lokal AS pekan lalu.

Komite Kehakiman Senat diyakini akan meminta konfirmasi dari Kavanaugh dan juga Ford.

Kavanaugh, 53, telah melewati sesi tanya jawab  di Komite Kehakiman Senat pekan lalu. Komite akan melakukan pemungutan suara pada Kamis mendatang, mengenai apakah pencalonan Cavanaugh akan diproses lebih lanjut di Senat AS.

Ford, profesor psikologi di Palo Alto University, mengaku memutuskan membuka pengalaman buruk ini karena privasinya "terganggu."

Dia menyebut insiden itu terjadi pada 1982, ketika dirinya masih berusia 15 tahun dan Kavanaugh 17. Kavanaugh berasal dari Georgetown Preparatory School di Bethesda, Maryland, sementara Ford di sekolah menengah lain di lingkungan sekitarnya.

Bantahan Keras

Percobaan pemerkosaan itu disebut-sebut terjadi dalam sebuah acara remaja di sebuah rumah, Kavanaugh dan seorang temannya diduga "menjebak" Ford untuk masuk ke kamar. Ford mengatakan Kavanaugh dan temannya sama-sama mabuk saat itu.

Meski sempat ditahan Cavanaugh di tempat tidur, Ford mengaku berhasil membebaskan diri.

"Saya pikir dia (Kavanaugh) bisa saja secara tidak sengaja membunuh saya saat itu," kata Ford, seperti dikutip kantor berita BBC, Senin 17 September 2018.

Melayangkan bantahannya, Cavanaugh menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan, "baik saat masa sekolah atau di waktu lainnya."

Berhaluan konservatif, Kavannaugh dianggap sebagai sosok mengganggu bagi Partai Demokrat. Kavanaugh diketahui mendukung kebebasan memiliki senjata api dan juga pernah berpendapat bahwa seorang presiden seharusnya bisa kebal dari penuntutan hukum.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close