Serang Demokrat, Politisi Ini Sindir Qodari Baper dan Karirnya Mulai Redup

  • Whatsapp
Anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Anis Fauzan

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Indo Barometer M Qodari menilai wacana Partai Demokrat untuk menduetkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024 tak akan terealisasi. Bahkan Qodari berani menyebut wacana tersebut hanya sebuah halusinasi.

Menanggapi komentar Qodari tersebut, Anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Anis Fauzan, mengatakan menjelang kontestasi seperti Pilpres 2024 siapapun boleh memberikan prediksinya. Termasuk menduetkan AHY dan Airlangga.

Berita Lainnya

Apalagi kata Fauzan, keduanya merupakan ketua umum (ketum) partai. Dan sudah banyak pengamat yang menilai jika Golkar dan Demokrat berkoalisi di Pilpres 2024, baik untuk keduanya.

“Sah saja kalau ada yang memasang-masangkan AHY – Airlangga karena kedua tokoh ini merupakan ketua umum Partai yang bila berkoalisi kedua Partai tersebut cukup syarat untuk mencalonkan Capres – Cawapres. Banyak pengamat politik memprediksi jika koalisi Golkar dan Demokrat terjadi maka akan bersinar di pemilu yang akan datang,” kata Fauzan saat dimintai tanggapannya via WhatsUpp, Selasa (8/6/2021).

Oleh karena itu, kata Fauzan, pendapat Qodari di atas tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Karena pendapatnya lebih didasarkan pada asumsi bukan data. Ia juga melihat Qodari berpendapat demikian hanya karena baper (bawa-bawa perasaan).

“Kalau pendapat Qodari saya kira tidak terlalu penting untuk ditanggapi karena tidak berbasis data, hanya asumsi dan bahkan cenderung subyektif. Saya ndak tahu kenapa qodari terlihat begitu anti dengan Partai kami.. terlihat Baper begitu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fauzan juga menyebut Qodari hanya sedang mencari sensasi karena namanya mulai redup. Ia juga mengaku heran dengan Qodari, yang mengaku sebagai pengamat politik, bukannya mengkritisi pemerintah, malahan menyerang oposisi.

“Mungkin karier Pak Qodari sebagai pengamat politik sudah mulai meredup (sunset) sehingga nekat nyerang partai oposisi untuk mencari perhatian. Padahal di negara2 maju yang namanya Pengamat itu tajam mengkritik pemerintah, nah ini Qodari malah opisisi yg dihajar,” lanjutnya.

Terkait duet AHY dan Airlangga di Pilpres 2024, Fauzan mengaku partainya sampai saat ini masih terbuka untuk koalisi dengan partai manapun.

“Dalam cluster pimpiman Parpol nama AHY dan Airlangga selalu masuk dalam radar survei beberapa lembaga, meski kami hari ini juga belum memutuskan koalisi dengan siapa saja karena pemilu masih lama. Demokrat masih terbuka dan jalin komunikasi dengan semua Partai,” pungkasnya. [fed]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *