Serangan ke Palestina Adalah Genosida, Unjuk Rasa Kecam Israel Pecah di Berbagai Kota Dunia

  • Whatsapp
Unjuk rasa pro Palestina berlangsung di Jerman. Foto: Axel Schmidt / Reuters

INDOPOLITIKA.COM – Unjuk rasa pro Palestina di berbagai belahan kota dunia kompak menggelar aksi unjuk rasa mengecam kekejaman rezim Zionis Israel yang terus melancarkan serangan ke arah jalur Gaza yang berimbas jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, terutama wanita dan anak-anak tak berdosa. Para pengunjuk rasa menilai, serangan Israel tak ubahnya seperti aksi genosida.

Para pengunjuk rasa di seluruh dunia mendukung warga Palestina di tengah kekerasan terburuk Israel-Palestina sejak perang Gaza tahun 2014. Setidaknya 140 warga Palestina, termasuk 39 anak-anak, tewas setelah Israel melancarkan serangan udara di Gaza awal pekan ini.

Berita Lainnya

Pada Sabtu (15/5/2021), Israel menargetkan kamp pengungsi di Gaza dimana setidaknya 10 warga Palestina tewas.

Protes berlangsung di kota-kota besar di seluruh dunia, termasuk Doha, London, Paris dan Madrid.

Irak

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di kota-kota di seluruh Irak dalam aksi solidaritas terhadap warga Palestina. Para demonstran mengibarkan bendera dan spanduk Palestina di lima provinsi dalam aksi unjuk rasa yang diserukan oleh ulama berpengaruh Muqtada al-Sadr.

Para pengunjuk rasa berkumpul di ibu kota Irak, Baghdad, dan provinsi selatan Babilonia, Dhi Qar, Diwanieh, dan Basra untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina

Qatar

Di Doha, ribuan bendera Palestina dikibarkan para pengunjuk rasa dan menunjukkan pesan solidaritas dengan Palestina. “Saya mengambil sikap menentang genosida yang dilakukan oleh Israel di negara kami. Kami akan melakukan apa pun untuk membebaskan negara kami… Karena kami tidak bisa berada di sana secara langsung, kami berada di sini pada protes hari ini… Saya sangat marah, sangat patah hati dengan apa yang terjadi,” kata Reem Alghoul, seorang warga Palestina yang tinggal di Doha seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (16/5/2021).

Di Doha, ribuan orang berkumpul di Masjid Imam Muhammad Abdel-Wahhab sambil mengibarkan bendera dan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Foto: Showkat Shafi / Al Jazeera

Perancis

Di Perancis, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di lingkungan Barbes di utara Paris di tengah penjagaan ketat sekitar 4.200 petugas. Polisi Paris menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstrasi yang diadakan meskipun ada larangan oleh pihak berwenang, yang khawatir akan maraknya kekerasan anti-Semit selama kekerasan terburuk antara Israel dan Hamas dalam beberapa tahun.

Para pengunjuk rasa membakar tong sampah dan melemparkan batu serta proyektil lainnya ke arah polisi. Kendati demikian, tidak ada pengunjuk rasa ditangkap dalam aksi ini.

Spanyol

Di Madrid, sekitar 2.500 orang, banyak dari mereka adalah kaum muda berbendera Palestina, berbaris ke alun-alun Puerta del Sol di pusat kota. “Ini bukan perang, ini genosida,” teriak mereka.

“Mereka membantai kami,” kata Amira Sheikh-Ali, 37 tahun asal Palestina.

Libanon

Ratusan warga Lebanon dan Palestina melakukan protes di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, dengan beberapa orang diantara mereka memanjat tembok perbatasan dan memicu tembakan tentara Israel yang melukai satu orang.

Beberapa pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan batu ke dinding selama protes pada hari Sabtu di desa perbatasan Lebanon Odayseh, di mana ratusan orang berbaris melambai-lambaikan bendera Palestina dan Lebanon, serta spanduk kuning kelompok Hizbullah.

Kashmir

Di Kashmir India, polisi menindak pengunjuk rasa pro-Palestina dan menahan setidaknya 20 dari mereka. Sejumlah orang yang membawa bendera Palestina turun ke jalan di kota utama Srinagar usai salat Jumat.

Para pengunjuk rasa mengangkat slogan-slogan pro-Palestina dan anti-Israel. Polisi mengatakan “tidak akan membiarkan amarah publik yang sinis memicu kekerasan, pelanggaran hukum, dan kekacauan di jalan-jalan Kashmir”.

“Bagaimana kita bisa diam ketika mereka [Israel] membunuh anak-anak di Gaza. Setiap manusia di bumi harus membela mereka. Ini tentang menunjukkan kemanusiaan dan solidaritas, tetapi kami bahkan tidak dapat melakukannya karena rasa takut,” kata seorang penduduk Srinagar yang berusia 25 tahun kepada Al Jazeera.

Britania Raya

Di London, ribuan pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan “Berhenti membom Gaza” dan meneriakkan “Bebaskan Palestina” berkumpul di Marble Arch untuk berbaris menuju kedutaan Israel. Kerumunan orang berkumpul di sepanjang Kensington High Street tempat kedutaan berada.

Koordinator demo mengekelaim sebanyak 100.000 orang berkumpul untuk demonstrasi melalui London; polisi mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi angka apapun.

Unjuk rasa anti Israel di Inggris. Foto: Henry Nicholls/Reuters

Jerman

Ribuan orang berbaris di Berlin dan kota-kota Jerman lainnya menyusul seruan dari Jaringan Solidaritas Tahanan Palestina Samidoun. Tiga pawai disahkan di distrik Neuköln Berlin, rumah bagi banyakwarga Turki dan Arab.

Para pengunjuk rasa meneriakkan “Boikot Israel” dan melemparkan batu dan botol ke arah polisi, yang menyebabkan beberapa orang ditangkap. Protes lainnya diadakan di Frankfurt, Leipzig dan Hamburg. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *